Banyak orang mengira mesin mobil overheat selalu karena air radiator habis sehingga mencoba mengisi ulang. Padahal, temperatur mobil naik tapi air radiator penuh juga bisa terjadi kapan saja.
Penyebab kasus seperti ini bisa beragam, mulai dari komponen fan tidak berfungsi hingga tutup karet yang rusak. Jika sudah seperti ini, mesin bisa selalu mengalami overheat!
Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Daripada Anda bingung, sebaiknya simak dulu secara lengkap penyebab mobil overheat meskipun air radiator penuh dan solusinya dalam artikel ini.
7 Penyebab Temperatur Mobil Naik tapi Air Radiator Penuh
Temperatur mesin mobil yang panas sangat membahayakan, karena selain merusak komponen juga bisa membuat mobil mudah mati. Aktivitas berkendara pun menjadi tidak nyaman.
Meskipun air radiator penuh, mesin mobil bisa mengalami overheat karena beberapa alasan berikut:
1. Kipas Radiator Tidak Menyala
Setiap sistem radiator mobil memiliki kipas atau motor fan yang fungsinya menjaga tetap dingin pada mesin. Selama kipas radiator berfungsi dengan baik, panas pada area mesin akan terbuang keluar.
Namun, kipas radiator ini bisa saja rusak sehingga tidak bekerja membuang panas dan membuat mesin cepat panas. Kipas mudah rusak karena masalah usia yang sudah tua atau jarang mendapat perawatan.
Baca Juga: Penyebab Mesin Mobil Cepat Panas dan 5 Cara Mengatasinya
2. Rusaknya Karet Tutup Radiator
Setiap wadah air radiator mobil memiliki tutup yang terbuat dari karet untuk menjaga lubang tertutup erat.
Tujuannya agar suhu panas yang muncul ketika mesin bekerja tidak keluar dan membuat air radiator tumpah.
Faktor temperatur mobil naik juga bisa berasal dari rusaknya tutup radiator ini karena masalah usia. Kerusakannya juga dipengaruhi oleh suhu panas mesin yang bekerja terus menerus.
3. Kebocoran pada Sistem Radiator
Sistem pendingin pada mobil cukup kompleks dengan banyak selang yang mengelilingi mesin untuk menjaganya tetap dingin.
Sayangnya, karena gesekan, guncangan, dan panas mesin, selang ini lama kelamaan dapat rusak.
Saat selang rusak dan mengalami kebocoran, cairan coolant dapat keluar merembes membuat tidak berfungsi lagi.
Temperatur naik tapi air radiator penuh akan menjadi masalah yang sering Anda hadapi.
Baca Juga: Biaya Perbaikan Mobil Keluar Asap Putih Berdasarkan 7 Penyebabnya!
4. Kerusakan pada Sensor Radiator
Biasanya, untuk mengetahui apakah sistem radiator rusak Anda bisa melihat sensor yang muncul pada dashboard.
Namun, sensor ini bisa saja mengalami kerusakan dan tidak dapat mendeteksi masalah pada radiator.
Sensor mungkin tidak akan menyala, tapi mesin mobil mengalami kenaikan suhu dan air radiator tetap penuh.
Jika sensor tidak bisa mendeteksinya, Anda sebaiknya pergi ke bengkel untuk cek masalah lebih dalam.
5. Rusaknya Thermostat
Selain sensor, sistem radiator juga berhubungan dengan thermostat yang fungsinya mengatur sirkulasi pendinginan mesin. Dengan pengaturan yang efisien, mesin mobil tidak akan panas meskipun telah digunakan.
Thermostat yang rusak otomatis akan membuat sirkulasi pendinginan mesin menjadi kacau bahkan tidak berfungsi.
Karena inilah, mesin mobil mudah panas walaupun saat Anda mengecek air radiatornya penuh.
Baca Juga: 6 Penyebab Mobil Bergetar Saat Jalan Pelan & Cara Mengatasi
6. Retaknya Blok Mesin atau Gasket
Air radiator Anda mungkin masih terlihat penuh saat mesin mudah naik suhunya, tapi penyebabnya bisa terjadi pada blok mesin. Keretakan blok mesin akan membuat water coolant dan oil merembes.
Akibatnya bukan hanya temperatur mobil naik turun, tapi Anda juga akan sering mencium aroma terbakar. Inilah ciri retaknya blok mesin yang harus Anda waspadai dan perhatikan.
7. Salah Menggunakan Air Radiator
Jenis air radiator yang digunakan adalah khusus, karena memiliki kandungan yang bekerja untuk mendinginkan mesin. Jadi, air radiator bukanlah air biasa seperti air PDAM atau sumur.
Jika Anda menggunakan air biasa, kerusakan pada selang radiator bahkan tangki juga meningkat karena air tersebut membentuk endapan.
Karat juga mudah muncul yang membuat sistem radiator mudah rusak dan mesin pun cepat panas.
Cara Mencegah Mobil Overheat karena Kerusakan Radiator
Mengenali penyebab temperatur mobil naik tapi air radiator penuh saja tidak cukup untuk melakukan perbaikan.
Selama mesin overheat sering terjadi karena masalah radiator, berikut ini beberapa tips untuk mengatasinya:
1. Rutin Mengisi Air Radiator sesuai Spesifikasi
Anda harus terus memperhatikan volume air radiator dan mengisinya sesuai dengan spesifikasi jenis mobil. Anda bisa mengisinya hingga tanda batas air radiator yang terlihat pada bagian tutup.
Air radiator tidak boleh sampai habis, karena jika kering membuat sistem pendingin mesin tidak bekerja.
Biasanya untuk mobil lama, air radiator hanya perlu pengisian rutin setiap 2 minggu sekali.
2. Perhatikan Jenis Air Radiator yang Anda Gunakan
Selain mengisi dengan rutin, jenis air radiator yang Anda gunakan juga harus tepat bukan sekedar air biasa.
Ada radiator coolant khusus yang bisa Anda pakai dengan fungsi utamanya menjaga temperatur mesin tetap stabil.
Jika Anda menggunakan air sembarangan, temperatur mobil naik saat berhenti akan sering terjadi. Selain itu, tangki air radiator mudah berkerak menjadikannya cepat bocor dan rusak.
3. Pastikan Tutup Radiator Berfungsi dengan Aman
Cara mengatasi temperatur mobil naik juga perlu memperhatikan bagian tutupnya. Tempat air radiator harus ditutup dengan sangat rapat untuk mencegah uap dan air keluar.
Jika karet pada tutup ini mulai rusak atau getas, Anda sebaiknya menggantinya dengan yang baru.
Karena tutup rusak bukan hanya membuat mesin mudah panas tapi juga berbahaya saat air radiator yang panas keluar.
4. Jadwalkan dengan Rutin Pengurasan Tangki Radiator
Meskipun sudah menggunakan radiator coolant dengan benar, bukan berarti tidak akan ada endapan yang muncul.
Tangki radiator juga bisa saja rusak karena kotoran dan debu yang masuk.
Itu sebabnya, Anda harus rutin menguras tangki air radiator untuk menghindari korosi dan kebocoran.
Umumnya, pengurasan perlu dilakukan setiap 20.000 km atau ketika terjadi perubahan warna dari air radiator.
5. Hindari Memuat Beban Terlalu Berat Melebihi Kapasitas
Menjaga sistem radiator tetap bekerja baik bukan hanya soal servis atau mengganti air radiator, tapi juga soal muatan.
Jika Anda memuat beban berlebihan atau melebihi kapasitas mobil juga bisa membuat sistem radiator rusak.
Pasalnya, ketika mobil mengangkut beban yang terlalu berat, mesin mobil akan bekerja terlalu berlebihan.
Meskipun sistem radiator bekerja normal mobil akan tetap mengalami overheat kapan saja.
Sekarang Anda tidak perlu bingung lagi kenapa temperatur mobil naik tapi air radiator penuh.
Penyebabnya bisa bervariasi, baik itu karena kipas radiator yang rusak, tutup radiator sudah getas, bahkan salah menggunakan air radiator.
Untuk menghindari kerusakan, pastikan Anda rutin mengecek sistem radiator dan memastikannya berfungsi dengan baik.
Jika ada komponen yang rusak, menggantinya akan lebih efektif daripada menunggu sampai mesin overheat.
FAQ
Apa ciri thermostat mobil rusak?
Pemakaian bbm jadi lebih boros dan mesin mudah panas.
Berapa lama air radiator umumnya akan habis?
Biasanya sekitar 40.000 km.
Apa akibatnya jika air radiator banyak yang keluar?
Mesin akan cepat panas dan membuat sistem radiator mati.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.