Kaki-kaki mobil adalah rangkaian komponen undercarriage yang sangat penting, tanpanya akan sulit mengontrol mobil apalagi menggerakkannya. Karena itu, ketika kaki-kaki mobil bunyi Anda perlu waspada.
Penyebab munculnya bunyi pada kaki-kaki mobil bisa berasal dari banyak sebab. Baik itu dari segi keausan komponen maupun ada beberapa bagian yang rusak dan perlu penggantian.
Apa saja penyebab bunyi yang mengganggu pada kaki-kaki mobil? Bagaimana Anda bisa mengecek dan memperbaikinya?
Simak informasi lengkapnya agar perbaikan kaki-kaki mobil bisa segera Anda lakukan.
8 Penyebab Kaki-kaki Mobil Bunyi dan Solusinya
Ada banyak jenis bunyi yang bisa saja muncul dari kaki-kaki mobil, mulai dari bunyi gluduk-gluduk hingga kletek-kletek. Berikut ini beberapa penyebab sekaligus solusi yang perlu Anda pertimbangkan:
1. Long Tie Rod, Rack Steering, dan Rack End yang Aus
Apa penyebab kaki kaki mobil bunyi gluduk-gluduk yang paling sering adalah keausan pada beberapa komponennya.
Mulai dari long tie rod, rack steering, hingga rack end bisa aus seiring dengan pemakaian.
Selain bunyi gluduk-gluduk, Anda pasti juga akan merasakan sulitnya mengendalikan mobil. Semakin kencang berkendara, bunyi pun akan lebih berisik lagi.
Solusi dari keausan bukan sekedar servis perbaikan tapi harus mengganti komponennya.
Pastikan untuk menggunakan suku cadang asli agar ketiga komponen yang fungsinya membuat gerak selaras dengan setir lebih awet.
Baca Juga: Catat! 7 Ciri Shockbreaker Mobil Rusak Perlu Diwaspadai
2. Menipisnya Karet Bushing Arm
Kaki-kaki mobil bunyi berisik juga bisa berasal dari karet bushing arm yang mulai menipis.
Komponen ini seharusnya bekerja menahan getaran ban dan juga mesin, tapi karena sudah tipis tidak berfungsi lagi.
Ada delapan buah bushing arm yang bisa diperbaiki dengan menggantinya. Jangan tunggu karet bushing ini sampai hilang, karena selain menimbulkan bunyi gluduk-gluduk juga membuat ban cepat aus.
3. Longgarnya Bushing Stabilizer
Ada juga komponen karet lain yaitu bushing stabilizer yang berfungsi menahan getaran link stabilizer agar tidak sampai ke chassis mobil. Karet ini bisa saja longgar, menipis, dan rusak karena pemakaian yang cukup lama.
Pada mobil yang usianya belum terlalu lama, bushing stabilizer yang longgar juga bisa terjadi karena baut pengikat pemasangannya kurang kencang. Jika ini masalahnya, Anda tidak perlu mengganti tapi memperbaiki pemasangan.
Namun, jika bushing stabilizer ini sudah tipis maka satu-satunya solusi adalah dengan mengganti yang baru.
Baca Juga: Press Velg Mobil, Ini Cara Kerja dan Estimasi Biayanya
4. Shockbreaker Ada yang Mati
Setiap mobil memiliki empat shockbreaker, yaitu dua di depan dan dua di belakang. Apa penyebab kaki kaki mobil bunyi gluduk gluduk pada bagian depan maupun belakang juga bisa berasal dari shockbreaker yang mati.
Bunyi akan semakin berisik ketika Anda melewati jalanan yang rusak dan getaran yang dirasakan penumpang juga cukup kencang.
Artinya, shockbreaker sudah tidak bisa menahan getaran akibat benturan ban dengan jalan.
Shockbreaker mobil yang mati hanya bisa diganti dengan yang baru jika ingin menghilangkan bunyi dan mobil terasa nyaman kembali. Untuk menjaga shockbreaker agar tidak rusak, Anda harus jalan lebih hati-hati.
5. Rusaknya Karet Support Shockbreaker
Pada bagian atas shockbreaker terdapat karet support yang bekerja meredam getaran dari ban mobil agar tidak sampai ke body mobil. Karet ini juga sama seperti bushing yang bisa getas dan perlu penggantian.
Suara gluduk-gluduk akan semakin kencang jika Anda melewati jalanan tidak merata saat karet support ini rusak. Bunyi akan terdengar kencang berasal dari bagian karet yang sudah aus.
Baca Juga: 7 Rangkaian Komponen Central Lock dan Fungsinya pada Mobil
6. Patahnya Per Spring
Jika kaki kaki mobil bunyi, juga bisa berasal dari per spring yang merupakan pegas untuk menopang berat mobil sekaligus menjaga tinggi kendaraan. Sebagai penahan, per spring yang rusak akan menimbulkan bunyi gluduk-gluduk.
Bunyi terjadi karena beban mobil tidak terdistribusi dengan baik bahkan terdengar sangat kencang. Selain bunyi, Anda pun akan merasakan mobil seperti amplas atau miring sesuai arah kerusakan per spring.
Kerusakan pada per spring kerap terjadi karena benturan keras saat Anda melewati lubang dengan kencang. Hanya dengan mengganti per spring baru, kaki-kaki mobil akan kembali seperti normal.
7. Kerusakan pada Sumbu Sorong
Komponen ini adalah penghubung antara per spring dengan lengan kontrol, sehingga berfungsi juga menahan beban mobil. Sama seperti sebelumnya, kaki-kaki mobil bunyi juga bisa muncul karena kerusakan sumbu sorong ini.
Perbaikan yang mungkin dilakukan hanya dengan mengganti yang baru, karena sumbu sorong sifatnya mudah aus.
Namun sebelum mengganti, Anda harus memastikan sumbu sorong sudah tidak berfungsi kembali. Karena pada beberapa kasus, sumbu sorong hanya kering dan perlu pelumas agar tidak menimbulkan bunyi kembali.
8. Kebocoran pada Shock Absorber
Selanjutnya, penyebab bunyi kletek-kletek pada kaki-kaki mobil juga bisa berasal dari kurangnya minyak pada shock absorber atau shockbreaker.
Komponen ini bekerja meredam guncangan dan mengontrol pantulan dari per spring berkat oli atau minyak shock. Jika volume minyak kurang atau terjadi kebocoran, kemampuannya meredam guncangan akan berkurang.
Anda perlu mengecek apakah terjadi kebocoran pada komponen atau hanya perlu menambah volumenya saja. Solusi ini sebaiknya Anda serahkan pada mekanik untuk memastikan perbaikannya tepat.
Cara Memeriksa Kondisi Kaki-kaki Mobil
Ketika muncul bunyi pada area kaki-kaki mobil, Anda bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri di rumah. Dengan memeriksa secara visual dan uji coba, Anda akan tahu kaki kaki mobil bunyi karena apa.
1. Memeriksa Ban
Setelah kaki-kaki mobil bunyi, pemeriksaan visual yang bisa Anda lakukan adalah mengecek kondisi ban.
Biasanya, jika ada masalah pada kaki-kaki mobil Anda akan melihat keausan pada ban yang tidak merata.
Kondisi ini terjadi karena posisi kaki-kaki mobil tidak sejajar dan seimbang sehingga memberikan tekanan ke salah satu sisi. Akibatnya, salah satu bagian ban mobil harus menopang beban lebih berat dan cepat aus.
2. Cek Kondisi Velg
Selanjutnya adalah mengecek bagaimana kondisi velg ban mobil. Seharusnya, kondisi velg normal adalah masih memiliki tampilan yang mengkilap, bebas penyok, apalagi retak.
Velg yang penyok maupun retak akan menimbulkan ketidakseimbangan ban untuk berputar. Hal ini akan memicu benturan yang lebih keras pada ban dan juga kaki-kaki mobil.
3. Cek Fisik Rembesan Oli
Saat mobil bunyi berdecit waktu berbelok atau mengerem, kaki-kaki mobil khususnya volume oli shock bisa jadi penyebabnya. Lalu, kaki kaki mobil bunyi apakah bahaya karena alasan ini? Tentu saja.
Oli shock yang bocor akan membuat setir tidak stabil dan mobil kurang nyaman. Untuk mengetahui apakah ini penyebabnya, Anda harus mencari tahu apakah terdapat rembesan oli pada bagian bawah mobil.
Bahkan, jika ada oli yang menetes setelah mobil diparkir lama, Anda harus segera ke bengkel untuk perbaikan.
4. Coba Goyangkan Roda
Selanjutnya, untuk mengetahui sumber kaki-kaki mobil bunyi juga bisa dengan cara menggoyangkan roda. Anda perlu mendongkrak mobil terlebih dahulu dan melihat apakah roda terasa longgar.
Goyangkan roda ke kanan ke kiri ke atas dan bawah untuk mengetahui posisi dan kekencangannya dengan pasti. Jika roda tidak kencang, sudah pasti ada komponen yang bermasalah.
5. Test Mobil Jalan Lurus
Terakhir, Anda bisa mencoba mengemudikan mobil di jalan halus dengan posisi lurus. Jika mobil tiba-tiba berbelok atau tidak stabil ditambah bunyi, maka kaki-kaki mobil bermasalah.
Dengarkan juga kaki-kaki mobil bunyi saat jalan rusak, apakah bunyinya gluduk-gluduk, kletek-kletek, atau berdecit. Karena masing-masing bunyi memiliki penyebab berbeda.
Servis Rutin Kaki-kaki Mobil yang Harus Diperhatikan
Dalam perawatan kaki-kaki mobil Anda tidak boleh melupakan servis rutin. Sama halnya mesin yang perlu ganti oli secara berkala, kaki-kaki mobil perlu servis yang meliputi:
1. Pengecekan Berkala Kondisi Kaki-kaki Mobil di Bengkel
Servis kaki-kaki mobil bertujuan untuk mengecek kondisinya secara berkala. Mekanik akan mengecek bagian-bagian penting seperti shockbreaker, per spring, ball joint dan juga sumbu sorong.
Pengecekan ini bertujuan untuk mendeteksi apakah ada bagian yang aus dan perlu perbaikan.
Karena itu, servis rutin adalah cara mengatasi kaki kaki mobil bunyi lebih dini yang harus Anda lakukan.
2. Melakukan Spooring dan Balancing
Selain servis untuk pengecekan, Anda juga harus rutin melakukan spooring yang bertujuan mengatur sudut kemiringan roda mobil.
Dengan spooring, Anda akan memastikan roda dalam sudut yang tepat untuk bisa bergerak lurus.
Selain itu, balancing yang bertujuan menyeimbangkan distribusi beban mobil pada roda dan ban juga penting.
Balancing akan memastikan roda berputar dan tidak menimbulkan getaran yang mengganggu.
3. Melakukan Rotasi Ban Berkala
Terakhir adalah dengan melakukan rotasi atau mengubah posisi mobil dengan rutin. Rotasi ini penting untuk bisa memastikan ban aus satu sisi saja.
Dengan begitu, ban dapat lebih merata dan menghindari kaki-kaki mobil bunyi atau mengalami kerusakan parah.
4. Mengatur Ketinggian Mobil
Dalam servis kaki-kaki mobil, mekanik juga akan mengatur ulang ketinggian mobil sesuai dengan rekomendasi pabrik. Langkah ini penting untuk menjaga kinerja mobil secara optimal.
Jangan Sepelekan Bunyi Kaki Kaki Mobil! Segera Cek ke Bengkel
Tidak seperti ban kempes yang bisa dipompa atau ban bocor yang dapat Anda ganti dengan ban serep. Kerusakan pada kaki-kaki mobil perlu penanganan khusus dari mekanik ahli.
Jadi, jika kaki-kaki mobil bunyi segeralah pergi ke bengkel terdekat. Cari bengkel di aplikasi HaloBengkel yang memiliki banyak rekanan bengkel profesional di seluruh Indonesia.
Melalui HaloBengkel, Anda bisa menemukan bengkel terdekat untuk servis kaki-kaki mobil, ganti oli, perbaikan ac, hingga bengkel detailing. Semua informasi bengkel bisa Anda dapatkan hanya dalam satu platform!
Yuk, segera akses aplikasi HaloBengkel dan perbaiki kerusakan kaki-kaki mobil sebelum semakin parah.
FAQ
Servis kaki-kaki mobil termasuk apa saja?
Cek suspensi, cek ball joint dan pelumasannya, cek tie rod, cek bushing arm, cek stabilizer band dan link, cek dan ganti boot cv joint, dan cek u-joint dan driveshaft.
Berapa biaya perbaikan kaki-kaki mobil?
Tergantung kerusakan, misalnya ganti satu shockbreaker sekitar Rp500.000 hingga Rp1.000.000, sementara bushing arm hanya puluhan ribu untuk satuannya.
Apakah kaki-kaki mobil bisa diganti?
Penggantian harus melihat kondisi, jika memang tidak bisa diperbaiki beberapa part seperti bushing arm, shockbreaker, atau ball joint bisa diganti.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.