Oli Shell vs Oli Motul, Mana yang Lebih Baik?
Memilih oli antara merk Shell dengan Motul memang sering jadi hal membingungkan. Untuk itu, baiknya Anda tahu perbandingan oli Shell vs oli Motul yang ada di sini untuk tahu mana yang terbaik untuk mobil kesayangan.
Keduanya memang sama-sama merek terkenal. Namun, Anda masih harus tahu soal filosofi, teknologi, sampai dengan segmentasi produknya.
Yap, Shell dan Motul sama-sama punya reputasi kuat secara global. Namun, pendekatan keduanya tak selalu sama.
Karena itu, mari lihat lebih dalam perbandingan oli Shell vs Motul di sini!
Baca Juga: 4 Cara Memilih Oli yang Tepat untuk Mobil, Jangan Asal Beli!
Perbandingan Oli Shell vs Oli Motul, Mana yang Terbaik untuk Mobil Anda?
Mau tahu langsung oli Shell vs Motul bagus mana? Simak uraian kami!
1. Sekilas tentang Merek Shell & Motul
Sebelum membandingkan kualitas, Anda perlu memahami karakter dasar masing-masing merek.
Shell
Shell plc melalui lini Shell Helix menghadirkan oli mesin yang menyasar pasar luas. Oli Shell mengembangkan teknologi PurePlus yang mengubah gas menjadi base oil berkualitas tinggi.
Mereka juga menyematkan Active Cleansing Technology untuk menjaga ruang bakar tetap bersih dari kerak.
Karena itu, Shell sering memposisikan produknya sebagai pelindung mesin jangka panjang yang tetap efisien.
Shell juga menggandeng berbagai pabrikan otomotif global sebagai mitra teknis. Anda akan menemukan banyak varian viskositas, mulai dari 0W-20 untuk mobil modern hingga 10W-40 untuk kendaraan dengan jarak tempuh tinggi.
Jadi, Shell bermain pada spektrum yang sangat lebar, dan karena itu pula brand ini mudah diterima pasar massal.
Motul
Motul membangun citra kuat pada performa tinggi. Seri seperti Motul 8100 X-cess Gen2 5W-40 sering muncul dalam diskusi komunitas otomotif yang gemar mengejar respons mesin agresif.
Motul mengembangkan ester-based synthetic oil pada beberapa lini produknya, lalu memasarkan keunggulan tersebut sebagai solusi untuk suhu tinggi dan tekanan ekstrem.
Karena itu, banyak pemilik mobil turbo, mobil modifikasi, hingga kendaraan sport memilih Motul.
Brand ini memang tidak selalu bermain pada harga ekonomis, namun mereka menawarkan pengalaman berkendara yang terasa lebih responsif bagi sebagian pengguna.
2. Kinerja Mesin & Perlindungan
Sekarang kita masuk ke inti perbandingan oli Shell vs oli Motul, yakni bagaimana performanya ketika mesin bekerja.
Shell menekankan kebersihan mesin sebagai fondasi performa. Teknologi PurePlus menghasilkan base oil yang lebih murni, lalu Active Cleansing membantu mengurangi pembentukan sludge.
Karena itu, mesin cenderung bekerja lebih stabil dalam jangka panjang, terutama pada penggunaan harian, lalu lintas padat, serta kondisi stop and go.
Motul mengambil pendekatan berbeda. Mereka merancang beberapa produknya untuk menjaga kestabilan viskositas saat suhu melonjak.
Pada mesin dengan kompresi tinggi atau turbo, suhu cepat naik, lalu tekanan meningkat. Dalam kondisi seperti itu, oli harus menjaga film pelumas tetap kuat agar gesekan tidak merusak komponen internal. Motul fokus pada titik ini.
Namun, Anda perlu realistis. Jika mobil Anda hanya mengantar kerja, belanja, lalu sesekali perjalanan luar kota, maka perbedaan ekstrem sering kali tidak terasa.
Sebaliknya, jika Anda sering memacu mesin pada putaran tinggi, maka karakter Motul bisa terasa lebih solid.
Jadi, konteks pemakaian memegang peran besar. Anda perlu jujur pada pola berkendara sendiri sebelum memilih.
Baca Juga: Baru Punya Mobil? Anda Wajib Tahu 6 Jenis Oli Mobil Ini!
3. Spesifikasi Produk & Approvable Standards
Banyak yang berfokus membandingkan oli Motul vs oli Shell dari segi merek. Padahal, spesifikasinya jauh lebih penting.
Sebagai contoh, Shell Helix Ultra 5W-40 dan Motul 8100 X-cess Gen2 5W-40 sama-sama mengantongi standar API SN atau SP pada varian terbaru, serta memenuhi sejumlah approval dari pabrikan Eropa seperti VW dan Mercedes-Benz.
Namun, setiap mobil memiliki kebutuhan berbeda. Mobil Jepang modern sering merekomendasikan 0W-20 atau 5W-30 dengan fokus efisiensi bahan bakar.
Mobil Eropa turbo cenderung meminta 5W-40 dengan standar ACEA A3/B4 atau C3. Jika Anda memilih oli tanpa melihat approval tersebut, maka Anda mengambil risiko yang sebenarnya bisa dihindari.
Karena itu, langkah pertama selalu cek buku manual. Setelah itu, cocokkan viskositas. Lalu, periksa standar API atau ACEA. Jika Shell dan Motul sama-sama memenuhi syarat tersebut, maka Anda bisa lanjut mempertimbangkan harga dan preferensi performa.
4. Konsistensi & Rata-rata Pengalaman Pengguna
Kelebihan dan kekurangan oli Motul dan Shell bisa juga Anda lihat dari pengalaman pengguna.
Pasalnya, pengalaman pengguna memberi gambaran tambahan, walau tidak selalu mutlak.
Shell menikmati distribusi luas, sehingga banyak pengguna membagikan pengalaman positif terkait suara mesin yang lebih halus, konsumsi BBM yang stabil, serta jarak tempuh penggantian oli yang konsisten. Karena jaringan distribusi kuat, Anda juga lebih mudah menemukan produk asli.
Motul, sebaliknya, sering mendapat pujian dari komunitas otomotif yang fokus pada performa.
Banyak pengguna menyebut respons gas terasa lebih ringan, lalu mesin terasa lebih “ringan” saat putaran tinggi. Namun, persepsi ini tetap bergantung pada kondisi mesin, jenis mobil, serta ekspektasi pengemudi.
Anda perlu menyaring testimoni dengan bijak. Mesin yang sehat akan merespons oli berkualitas dengan baik.
Mesin yang sudah aus mungkin tidak menunjukkan perubahan signifikan walau Anda memilih oli premium.
5. Harga & Value for Money
Harga sering menjadi penentu akhir. Shell menawarkan rentang harga yang lebih variatif.
Jadi, Anda bisa menemukan varian full synthetic dengan harga kompetitif, sehingga pengguna harian tetap memperoleh perlindungan optimal tanpa membebani anggaran servis rutin.
Sedangkan Motul memposisikan banyak produknya pada segmen premium. Anda membayar lebih untuk teknologi sintetik canggih serta reputasi performa tinggi.
Jika Anda merasa mobil Anda membutuhkan perlindungan ekstra karena gaya berkendara agresif, maka selisih harga tersebut bisa terasa masuk akal.
Baca Juga: 5 Cara Mengukur Oli Mesin, Mobil Mudah dan Anti Repot
Mana yang Lebih Baik untuk Mobil Anda?
Dari perbandingan oli Shell vs oli Motul di atas, sebenarnya mana yang terbaik untuk mobil Anda?
Ada dua jawaban:
Shell lebih cocok jika:
- Anda menggunakannya untuk mobil harian.
- Memprioritaskan efisiensi bahan bakar, kebersihan mesin, dan value.
- Mudah menemukannya di banyak tempat.
Motul lebih cocok untuk:
- Anda yang ingin mobil performa tinggi.
- Mau bayar lebih demi kualitas sintetik premium.
- Ingin mesin dengan respon agresif.
Namun, yang terpenting adalah jangan sampai Anda sembarangan memilih tempat beli oli.
Butuh oli yang pas tanpa ribet keliling bengkel? Pesan saja lewat aplikasi HaloBengkel. Anda bisa pilih merek, atur jadwal servis, lalu langsung datang ke mitra terpercaya.
Praktis, transparan, dan aman. Jadi, daripada bingung cari sana-sini, lebih baik buka aplikasi HaloBengkel sekarang dan bereskan urusan oli Anda hari ini.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.