Mengenal Aquaplaning Mobil, Penyebab, dan Tips Mencegahnya

Pernah merasa mobil oleng saat melewati genangan banjir yang cukup dalam? Aquaplaning mobil adalah penyebab utamanya. Sensasinya mirip ketika Anda melewati jalanan berpasir yang memicu

Pernah merasa mobil oleng saat melewati genangan banjir yang cukup dalam? Aquaplaning mobil adalah penyebab utamanya. Sensasinya mirip ketika Anda melewati jalanan berpasir yang memicu selip. 

Bedanya, aquaplaning hanya terjadi ketika Anda melewati genangan air yang dalam. Jika tidak berhati-hati, mobil hanya hanya selip tapi juga berpotensi mengalami kecelakaan. 

Sebagai pengemudi pemula, Anda wajib tahu pengertian dari aquaplaning agar dapat menghindarinya secara efektif. Berikut kami rangkum penjelasannya secara lengkap. 

Pengertian Aquaplaning Mobil 

Anda mungkin sering mendengar istilah aquaplaning vs hydroplaning, keduanya memiliki artian yang sama. 

Bedanya hanya pada bagian penggunaan istilah ‘Aqua’ yang berasal dari bahasa latin, sedangkan ‘Hydro’ adalah bahasa Yunani. 

Meskipun istilahnya berbeda, pengertian aquaplaning adalah kondisi di mana hilang traksi pada permukaan jalan. Kondisi ini terjadi ketika mobil melewati genangan air hujan yang tidak terlalu tinggi. 

Ketika aquaplaning, mobil dan permukaan jalan akan kehilangan kontak sesaat akibat efek melayang. Anda pun mungkin akan merasa oleng saat berkendara atau kehilangan kendali. 

Kondisi ini sering terjadi pada mobil-mobil besar seperti SUV dan juga MPV. Mengapa? 

Karena air perlu waktu mengalir atau pindah tempat yang sedikit lebih lama pada bobot mobil yang besar saat melaju di kecepatan tinggi. 

Baca Juga: Apa Fungsi Piston pada Mobil? Ini Ulasan dan Cara Merawatnya

Faktor Penyebab Terjadinya Aquaplaning Mobil Adalah 

Ada beberapa hal yang menyebabkan mobil mengalami aquaplaning tanpa Anda sadari, seperti: 

1. Berada di Kecepatan Sangat Tinggi 

Penyebab pertama yang paling sering terjadi adalah mobil melaju pada kecepatan yang sangat tinggi. Semakin cepat mobil melaju, maka lebih mudah terjadi aquaplaning. 

Pada posisi kecepatan tinggi, ban tidak memiliki cukup waktu untuk membuang air dari permukaan jalan. 

Dengan air yang terjebak di bawah ban dan juga permukaan jalan, mobil pun jadi terangkat. 

2. Kondisi Ban yang Sudah Aus 

Selanjutnya, ban yang sudah aus tidak lagi memiliki alur yang fungsinya adalah sebagai saluran air. Alur ini akan mengalirkan ban ke samping dan belakang ketika berputar. 

Tanpa adanya tapak ban yang normal, mobil akan lebih mudah terangkat karena air di bawah ban. Inilah yang membuat Anda merasakan ban seperti selip atau tidak terkontrol lagi. 

3. Tekanan Ban yang Kurang

Meskipun kondisi ban masih memiliki alur yang bagus, tapi jika tekanan airnya kurang membuat ban kempes. 

Pada kondisi ini, distribusi udara dalam ban tidak merata saat menopang beban mobil. 

Akibatnya, ban menjadi lebih sulit lagi mengalirkan air ke arah samping dan membuangnya. Inilah yang membuat air semakin terjebak di dalam ban dan akhirnya mengangkat mobil. 

Baca Juga: Bushing Arm Mobil: Fungsi dan Ciri-ciri Kerusakan

4. Distribusi Beban Mobil Tidak Seimbang 

Anda sering membawa beban berat dalam mobil? Bagaimana penempatannya? Jika tidak merata, akan membuat beban mobil tidak seimbang pada keempat roda. 

Bagian roda yang mendapat tekanan terlalu berat sedangkan lainnya terangkat membuat aquaplaning lebih mudah terjadi. Setir tidak responsif saat melewati genangan air dan mobil pun terasa oleng. 

5. Jalur Jalan yang Drainasenya Buruk 

Kondisi selanjutnya adalah bukan dari segi mobil tapi karena banyaknya drainase di jalan yang buruk. 

Drainase buruk menciptakan genangan-genangan air di banyak titik sehingga meningkatkan risiko aquaplaning. 

Genangan air ini pun akan memperparah kondisi aspal menjadi licin sehingga meningkatkan pula risiko kecelakaan. Bila musim hujan, Anda harus selalu berhati-hati melewati jalan dengan genangan air ini. 

Bahaya Mobil Aquaplaning

aquaplaning mobil adalah

Terangkatnya ban sesaat akibat aquaplaning adalah hal yang tidak boleh Anda sepelekan. Kondisi ini bisa menimbulkan beberapa risiko bahaya berikut: 

1. Kehilangan Kontrol Ban 

Karena ban mobil terangkat, otomatis Anda akan kehilangan kontrol mengemudi. Anda tidak bisa lagi mengarahkan laju mobil ke arah tertentu agar berkendara lebih aman. 

2. Sulit untuk Lurus 

Risiko aquaplaning mobil adalah membuat sulit berjalan lurus, sehingga Anda bisa saja tiba-tiba berpindah ke jalur lain. Kondisi ini tentu saja berbahaya, terutama ketika Anda berkendara di area ramai. 

3. Meningkatnya Risiko Kecelakaan 

Akibat mobil tidak lagi berjalan lurus dan pindah jalur, dalam hitungan detik Anda bisa saja mengalami kecelakaan. Baik itu menabrak pembatas jalan dan paling parah mencelakai kendaraan lain. 

Baca Juga: 7 Penyebab Lampu Sein Tidak Menyala Lengkap dengan Solusinya

4. Rusaknya Beberapa Komponen 

Banyak yang tidak tahu bahwa hydroplaning bisa menimbulkan ban cepat aus atau tidak rata. Keausan terjadi karena saat aquaplaning terdapat tekanan yang tidak merata pada ban. 

Cara Mengatasi Hydroplaning saat Berkendara 

Saat berkendara, Anda tentu bisa mengalami aquaplaning kapan saja. Ketika kondisi ini terjadi, ada beberapa cara mengatasi yang bisa Anda ikuti berikut: 

1. Hindari Memutar Setir 

Wajar jika Anda panik ketika mobil terasa oleng saat melewati genangan air. Namun dalam kondisi ini Anda harus tetap tenang dan pegang setir dengan aman. 

Tidak perlu memutar setir dengan tujuan menepi atau mencari tempat yang aman dari genangan air. 

2. Biarkan Kendaraan Melintas Genangan Air 

Tetaplah berjalan lurus untuk melewati air dengan sendirinya menggunakan kecepatan rendah. Ikuti arus air yang terbuka akibat mobil depan yang berjalan di depan untuk menghindari water hammer. 

3 Kurang Kecepatan Perlahan 

Saat Anda melihat genangan air dari kejauhan atau sudah dekat, Anda bisa mengurangi kecepatan. 

Dengan begitu, ban mobil tidak akan mengalami hydroplaning yang membuat Anda kehilangan kontrol. 

4.  Jangan Pernah Rem Mendadak!

Pastikan juga Anda tidak mengerem mobil secara mendadak, karena justru meningkatkan risiko mobil tergelincir. Pengereman harus dilakukan secara perlahan dan juga bertahap. 

5. Menginjak Gas 

Karena ingin melewati genangan air dengan cepat, lantas Anda menginjak gas. Hal ini perlu Anda hindari karena bisa membuat pindah jalur dan menabrak. 

Tips Mencegah Aquaplaning 

aquaplaning mobil adalah

Karena aquaplaning pada mobil adalah kondisi yang sangat berbahaya, menghindarinya adalah langkah paling tepat. Berikut ini beberapa tips untuk menghindarinya secara aman:

1. Selalu Cek Tekanan Ban 

Salah satu penyebab aquaplaning berasal dari tekanan angin ban yang kurang. Karena itu, Anda perlu memastikan setiap roda ban memiliki tekanan angin sesuai standar, khususnya saat musim hujan tiba. 

2. Mengurangi Kecepatan dengan Tepat 

Penyebab lain aquaplaning mobil adalah kecepatan yang sangat tinggi ketika melewati genangan air. 

Sebagai solusi, Anda bisa mulai mengontrol kecepatan dan biasakan menguranginya saat jalanan licin dan basah. 

3. Tidak Perlu Menggunakan Mode Cruise Control 

Apabila Anda terbiasa menggunakan mode cruise control (jelajah) pada mobil, sebaiknya non aktifkan terlebih dahulu. Mobil akan lebih aman dari hydroplaning jika dalam mode berkendara manual. 

4. Rem Mobil dengan Halus 

Setiap orang pasti merasa takut atau kaget saat kehilangan kontrol mobil. Karena itu, Anda harus selalu bersiap untuk menggunakan rem secara halus agar melaju lebih stabil dan tidak tergelincir. 

5. Pandangan Sejauh Mungkin 

Selanjutnya adalah membiasakan diri untuk memandang sejauh mungkin, Anda harus melihat seberapa tinggi dan jauh genangan air. 

Selama genangan air tinggi atau masih ada, Anda harus selalu berkendara pelan dan memainkan rem. 

6. Menjaga Jarak dengan Aman 

Jangan lupa, Anda harus selalu mengatur jarak aman dengan kendaraan lain saat melewati genangan air. 

Jangan sampai terjadi aquaplaning di jalan tol dan mengalami kecelakaan akibat terlalu dekat dengan kendaraan lainnya. 

7. Pegang Setir dengan Tenang 

Kunci utama menghindari aquaplaning adalah tetap tenang dan tidak panik. Anda harus selalu memegang setir dengan tenang agar tidak buru-buru belok dan mengontrol agar tetap lurus dengan aman. 

Segera ke Bengkel setelah Mobil Mengalami Aquaplaning 

Aquaplaning mobil adalah kondisi yang dapat memicu kendaraan oleng dan sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, air juga mudah masuk dan mengotori banyak komponen.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, temuan bengkel terdekat melalui aplikasi HaloBengkel. Anda bisa menemukan bengkel servis, ganti oli, cek ac, bahkan sampai bengkel untuk kaki-kaki mobil. 

HaloBengkel telah bekerja sama dengan banyak bengkel di seluruh Indonesia, sehingga memudahkan Anda menemukan yang terdekat dan profesional. Yuk, segera cek bengkelnya di HaloBengkel!

FAQ

Berapa kecepatan mobil yang aman? 

Umumnya adalah sekitar 60/km jam dan menyesuaikan situasi jalan serta lalu lintas. 

Mobil bekas banjir apakah bisa diperbaiki? 

Ya, tapi hasilnya tergantung kedalaman banjir hingga mobil bisa digunakan kembali. 

Kenapa terjadi water hammer?

Saat air masuk ke dalam ruang pembakaran sehingga merusak sistemnya.

Other Post

Download Now !

aplikasi service mobil

Download Sekarang Reservasi jadi Lebih MUDAH, dan Dapatkan GRATIS Garansi Check Up untuk Kendaraan Kesayangan Anda

Related Post