Kenali 7 Tanda Servis Rem Mobil Perlu Dilakukan

Rem adalah salah satu komponen vital dalam sebuah kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara di jalan. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan perlu servis rem

Rem adalah salah satu komponen vital dalam sebuah kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengendara di jalan. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan perlu servis rem mobil secara berkala untuk menjaga performanya.

Sistem pengereman yang bekerja optimal dapat memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi pengendara agar tidak mudah menabrak kendaraan lain atau mengontrol kecepatan mobil agar tidak melaju bebas. 

Sebaliknya, rem mobil yang bermasalah bisa menuntun ke kejadian yang membahayakan seperti kecelakaan. 

Itulah kenapa Anda tidak boleh menunggu hingga kejadian parah baru melakukan servis. Segera lakukan jika muncul potensi kerusakan.

Fungsi Servis Rem Mobil

Servis rem mobil adalah serangkaian pemeriksaan, perawatan, dan penggantian komponen rem yang dilakukan oleh teknisi ahli. 

Tindakan ini memiliki beberapa fungsi yang berdampak pada keselamatan dan kenyamanan berkendara. 

Berikut tiga fungsi utamanya. 

1. Meningkatkan Keamanan Berkendara

Setelah menyervis rem, Anda akan mendapatkan kondisi rem yang prima sehingga dapat mengurangi kecepatan laju mobil dengan akurat sesuai respons yang pengemudi inginkan. 

Hal ini otomatis meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama berkendara di berbagai kondisi, baik itu jalan menurun, menanjak, atau sedang dalam situasi yang perlu pengereman mendadak. 

2. Memperbaiki Komponen yang Aus

Manfaat servis rem mobil berikutnya adalah memperbaiki komponen yang telah aus atau rusak. 

Jika dibiarkan tanpa penanganan, komponen aus ini hanya menyebabkan kerusakan yang lebih parah sehingga biaya perbaikan membengkak.

Selain itu, komponen rem yang sudah tidak berfungsi secara optimal menyebabkan kontrol dan daya pengereman menjadi rendah. 

Dengan melakukan servis secara rutin, komponen tersebut bisa diganti dengan yang baru untuk memastikan performa pengereman tetap responsif dan bertenaga. 

3. Mencegah Potensi Rem Blong

Mimpi buruk pengendara saat di perjalanan adalah masalah rem blong. Penyebab rem mobil blong ini bisa karena kebocoran minyak rem hingga kampas rem yang habis atau telah menipis. 

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, servis rem bertujuan untuk memeriksa ketebalan kampas rem agar terhindar dari risiko kampas habis di tengah perjalanan. 

Baca Juga: Butuh Ganti Kampas Rem Mobil? Ini Dia Tanda-tandanya!

Teknisi juga akan mengecek bagian pipa minyak rem apakah aman atau mengalami kebocoran yang berisiko menyebabkan rem blong. 

Tanda-tanda Rem Mobil Perlu Diservis

Rem yang bermasalah biasanya mengeluarkan tanda-tanda awal yang bisa Anda kenali sejak dini sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius. Simak ciri-ciri selengkapnya berikut ini. 

1. Telah Mencapai Jarak Tempuh Tertentu

Untuk mengetahui kapan servis rem mobil, Anda bisa menandainya berdasarkan capaian jarak tempuh kendaraan. 

Umumnya, mobil yang telah menempuh 10.000 km perlu Anda bawa untuk servis rem ringan sebagai antisipasi potensi masalah. 

Kemudian, setiap jarak tempuh 30.000-40.000 km, Anda perlu mengganti kampas rem agar efek pengereman tetap responsif. 

Selain itu, setiap dua tahun, ganti minyak rem secara rutin agar sistem hidrolik tetap berfungsi optimal. 

Anda juga bisa melakukan servis dengan mengikuti jadwal yang telah tertera pada buku pedoman. 

Meski begitu, servis bisa saja perlu maju dari waktu ideal pemeriksaan apabila memang ada indikasi bermasalah. 

2. Terdengar Suara Berdecit

Ciri rem mobil bermasalah yakni ketika Anda mendengar suara berdecit, berderit, maupun bergetar saat menginjak rem. Suara ini berasal dari kampas rem yang mulai menipis. 

Kampas rem adalah komponen yang terus bergesekan dengan cakram setiap kali menginjak rem. Lama-kelamaan, kampas ini akan terkikis yang menyebabkan daya pengereman berkurang drastis dan menimbulkan suara berdecit. 

Sebaiknya, segera bawa mobil ke bengkel terdekat apabila muncul tanda satu ini. Sebab makin lama kerusakan kampas rem dapat mengakibatkan biaya perbaikan yang lebih besar. 

3. Pedal Rem Terasa Dalam

Pernahkah saat menginjak pedal rem, Anda merasa terlalu dalam atau ringan? Penyebabnya bisa jadi karena ada udara yang masuk ke sistem hidrolik sehingga mengurangi tekanan pada pedal rem yang membuatnya terasa lebih empuk. 

Selain itu, minyak rem yang bocor atau kurang juga menjadi penyebab pedal kurang responsif. Rem yang normal idealnya kokoh saat Anda memberi penekanan. Jika tidak begitu, periksakan kondisi rem untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Baca Juga: Akibat Minyak Rem Mobil Berkurang

4. Pedal Rem Terasa Berat

servis rem mobil

Sebaliknya, pedal rem yang terasa berat atau keras ketika diinjak juga mengindikasikan adanya masalah pada sistem pengereman, khususnya bagian booster. 

Fungsi booster rem adalah membantu memberikan tenaga tambahan kepada pengemudi saat menginjak pedal rem supaya mendapatkan respons yang akurat. 

Jika komponen ini rusak, Anda memerlukan tenaga yang lebih besar untuk mengurangi laju kendaraan. 

5. Mobil Miring ke Satu Sisi 

Salah satu tanda rem bermasalah adalah ketika mobil miring ke satu sisi ketika Anda menginjak rem. 

Ketidakseimbangan pada sistem pengereman ini bisa jadi karena kaliper rem yang macet atau bantalan rem yang aus. 

Kondisi ini dapat membahayakan keselamatan pengendara karena mobil bisa kehilangan kendali. 

Apalagi jika Anda sedang berkendara dengan kecepatan tinggi atau mengerem mendadak. Pastikan servis rem mobil saat menemukan indikasi ini.

6. Jarak Pengereman Bertambah

Jarak pengereman adalah jarak yang kendaraan butuhkan untuk berhenti sepenuhnya setelah pengemudi menginjak rem. 

Jika Anda mulai merasa kendaraan memerlukan jarak yang lebih panjang untuk berhenti, ini artinya rem bermasalah. 

Faktornya bisa karena cairan rem yang menipis, cakram rem yang mulai rusak, atau bantalan rem yang aus. 

Apabila tidak segera Anda tangani, jarak pengereman yang bertambah menyulitkan mobil untuk berhenti tepat waktu. 

Terutama jika Anda sedang berkendara di lalu lintas yang ramai atau saat harus berhenti mendadak. 

7. Lampu Indikator Rem Menyala

Servis rem mobil perlu Anda pertimbangkan ketika melihat lampu indikator rem menyala. 

Lampu indikator ini menjadi peringatan dini bahwa ada masalah pada sistem pengereman seperti menipisnya cairan rem atau sensor ABS (Anti-Lock Brake System) yang error. 

Jangan mengabaikan tanda ini bahkan meski rem terasa berfungsi normal. Segera bawa kendaraan ke bengkel mobil terdekat untuk mengetahui penyebab pastinya. 

Tips Merawat Rem Mobil agar Awet

Setelah melakukan servis rem mobil, Anda bisa menerapkan sejumlah tips perawatan berikut untuk menjaga performa rem tetap optimal dan memperpanjang usia pakainya. Simak penjelasannya berikut ini. 

1. Membersihkan Cakram dan Kanvas Rem

Debu maupun kotoran yang menempel pada cakram dan kanvas rem dapat mengurangi daya cengkeram sistem pengereman. 

Maka dari itu, Anda perlu rutin membersihkan dua komponen ini dari kontaminasi kotoran agar performa rem tetap menggigit. 

Hal ini semakin penting dilakukan apabila mobil baru melintas di jalan yang berdebu atau berlumpur. 

Baca Juga: 6 Cara Cek Kondisi Rem Mobil Tanpa Harus ke Bengkel

2. Mengganti Cairan Rem Secara Rutin

servis rem mobil

Minyak rem berperan sebagai media penghantar tekanan dari pedal ke sistem pengereman. 

Memastikan ketersediaan minyak rem yang mencukupi sangat penting agar sistem hidrolik tetap optimal. 

Pertama-tama, periksa terlebih dahulu apakah level minyak rem berada di bawah batas minimum. 

Jika iya, segera ganti minyak rem sesuai spesifikasi pabrikan yang cocok dengan kendaraan. 

Selain itu, minyak rem yang terkontaminasi kotoran sehingga warnanya menjadi gelap atau keruh juga perlu segera diganti untuk menjaga performa rem. 

3. Menghindari Menginjak Rem Mendadak

Salah satu kebiasaan yang dapat memperpendek usia pakai rem adalah menginjak rem secara mendadak. 

Hal ini membuat komponen rem bekerja lebih keras sehingga mempercepat keausan kampas rem karena gesekan yang lebih besar. 

Tips untuk menghindari kondisi ini adalah dengan menjaga jarak yang aman dengan kendaraan di depan supaya punya waktu pengereman yang cukup. 

Selain itu, Anda bisa menggunakan engine braking agar tidak terlalu sering menggunakan rem, misalnya saat melintasi jalan menurun. 

4. Mengurangi Beban Kendaraan

Tips merawat rem mobil berikutnya adalah dengan mengurangi beban kendaraan. Terlalu banyak membawa beban hanya akan memberikan tekanan ekstra pada sistem rem. 

Kampas rem bisa cepat aus karena rem harus bekerja lebih keras agar kendaraan yang membawa beban berlebihan bisa melambat kecepatannya. 

Jadi, pastikan Anda menjaga beban kendaraan sesuai dengan kemampuan kendaraan. 

Bagi Anda yang ingin mengantisipasi risiko kerusakan mobil di jalan, gunakan platform HaloBengkel. 

Platform ini memungkinkan Anda untuk terhubung langsung dengan bengkel-bengkel di Indonesia yang berkualitas. 

Apa pun kebutuhan servis Anda, termasuk servis rem mobil juga bisa mudah ditemukan dengan mencarinya melalui HaloBengkel

FAQ

1. Kapan harus servis rem mobil?

Setiap 10.000 kilometer atau setahun sekali dan saat muncul tanda-tanda seperti suara berdecit, pedal rem terasa dalam, atau lampu indikator rem menyala.

2. Apa yang harus dihindari untuk menjaga rem tetap awet?

Tidak menginjak rem secara mendadak atau terus menahan rem di jalan menurun. 

3. Berapa biaya servis rem?

Tergantung dari jenis kendaraan, bengkel yang dipilih, dan komponen yang perlu diganti.

Other Post

Download Now !

aplikasi service mobil

Download Sekarang Reservasi jadi Lebih MUDAH, dan Dapatkan GRATIS Garansi Check Up untuk Kendaraan Kesayangan Anda

Related Post