4 Fungsi MAP Sensor, Cara Kerja, dan Tips Perawatannya

Supaya bisa memberikan perawatan yang tepat, pemilik mobil perlu mengenali berbagai komponen penting dan fungsinya. Termasuk di antaranya yaitu fungsi MAP sensor. MAP (Manifest Absolute

Supaya bisa memberikan perawatan yang tepat, pemilik mobil perlu mengenali berbagai komponen penting dan fungsinya. Termasuk di antaranya yaitu fungsi MAP sensor.

MAP (Manifest Absolute Pressure) sensor memegang peran krusial dalam sistem pembakaran mobil dengan mesin injeksi D-EFI. 

Dengan mengenali fungsi dan cara kerja sensor MAP, maka Anda bisa lebih mudah mendeteksi tanda-tanda kerusakan serta memastikan kesehatan mesin. Mari simak apa saja fungsi dari MAP sensor.

Fungsi MAP Sensor

Komponen MAP sensor memiliki beberapa fungsi yang perlu untuk Anda ketahui. Berikut ulasannya:

1. Mengukur Tekanan Udara di dalam Intake Manifold

MAP sensor berfungsi mengukur besar tekanan udara di dalam intake manifold. 

Umumnya, sensor MAP terhubung ke intake manifold melalui selang vakum. Dengan memanfaatkan selang tersebut, sensor dapat bekerja melakukan pengukuran tekanan udara. 

Namun, pada beberapa mobil MAP sensor terletak di dalam intake manifold. Sehingga pengukuran tekanan udara dilakukan secara langsung tanpa perlu terhubung ke selang.

Semakin keras tingkat kerja mesin mobil, maka tekanan udara pada manifold akan menurun. Sebaliknya, tekanan udara akan meningkat saat mesin beroperasi dengan lebih ringan.

Baca Juga: Mobil Transmisi Manual: Cara Kerja, Kelebihan, dan Rekomendasinya!

2. Mendeteksi Kevakuman pada Intake Manifold

Fungsi selanjutnya dari MAP sensor adalah untuk mendeteksi kevakuman pada intake manifold. 

Kondisi kevakuman bisa berubah-ubah tergantung pada posisi pedal gas mobil. Saat mobil dalam kondisi idle, maka throttle valve tertutup sehingga menimbulkan kevakuman tinggi.

Sementara itu, saat pengendara menekan pedal gas, maka throttle valve akan terbuka. Hal tersebut membuat aliran udara menjadi lancar sehingga kevakuman menurun.

3. Menentukan Nilai Tahanan Silicon Chip

Fungsi MAP sensor yang berikutnya yaitu untuk menentukan nilai tahanan silicon chip. 

Komponen silicon chip ini merupakan bagian dari sensor MAP. Silicon chip bertugas mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. 

Apabila nilai tahanan silicon chip tinggi, maka tegangan yang melalui komponen juga makin besar. Alhasil, penginjeksian bahan bakar ikut meningkat.

Sementara saat nilai tahanan silicon chip rendah, maka tegangan yang melaluinya lebih kecil. Kondisi tersebut membuat jumlah penginjeksian bahan bakar menjadi berkurang.

Adapun besar nilai tahanan silicon chip sendiri menyesuaikan dengan tekanan dalam intake manifold. 

4. Mengirimkan Data Tekanan Udara ke ECU

MAP sensor juga bertugas mengirimkan data mengenai tekanan manifold ke ECU (Engine Control Unit).

ECU merupakan komponen yang berperan memastikan seluruh proses injeksi berlangsung secara efisien. 

Untuk menjalankan fungsinya, ECU menggunakan dukungan beberapa sensor, termasuk MAP sensor.

Tanpa adanya sinyal dari MAP sensor, maka proses injeksi bahan bakar bisa terhambat, sehingga kinerja mesin menjadi tidak optimal.

Cara Kerja MAP Sensor

fungsi map sensor

Selain mengenali fungsi MAP sensor, Anda juga sebaiknya mengetahui cara kerjanya.

MAP sensor terdiri dari beberapa komponen listrik kecil yang terhubung ke ECU. Saat Anda menghidupkan mesin, maka MAP sensor akan mulai melakukan pengukuran tekanan intake manifold.

Kemudian sensor akan mengubah hasil pengukuran tekanan menjadi sinyal listrik dan mengirimkannya ke ECU.

Saat mesin dalam kondisi idle, maka tekanan intake manifold dalam kondisi minimal. Tekanan ini akan meningkat ketika Anda menginjak pedal gas.

Peningkatan tekanan berarti injektor perlu menyemprotkan bahan bakar dalam jumlah yang lebih banyak. Dengan begitu, mesin dapat menghasilkan tenaga dorong yang diperlukan.

Baca Juga: Catat! 7 Ciri Shockbreaker Mobil Rusak Perlu Diwaspadai

Tanda-tanda MAP Sensor Rusak

Ada kalanya MAP sensor mengalami permasalahan sehingga berdampak pada performa mobil. Berikut beberapa ciri MAP sensor rusak yang perlu Anda ketahui:

1. Konsumsi Bahan Bakar Lebih Boros

MAP sensor yang bermasalah menyebabkan pembacaan tekanan udara intake manifold tidak akurat. 

Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan rasio udara dan bahan bakar sehingga proses pembakaran kurang sempurna.

2. Mesin Terasa Kasar Saat Idle 

Saat MAP sensor tidak mampu mendeteksi tekanan secara akurat, maka mesin bisa terasa kasar ketika mobil dalam kondisi idle. 

Kondisi tersebut terjadi karena mesin kesulitan untuk mempertahankan RPM yang stabil.

3. Kehilangan Daya

Kerusakan MAP sensor berpengaruh langsung terhadap proses pembakaran dan performa mesin. 

Saat pembakaran tidak sempurna, maka mobil bisa mengalami penurunan responsivitas dan kemampuan berakselerasi. 

Tanda-tanda dari kondisi tersebut yaitu mobil terasa lemah atau lambat saat Anda menambah kecepatan. 

Hal ini karena mesin tidak bisa menyesuaikan bahan bakar dan waktu pemantikan dengan tepat.

4. Indikator CEL Menyala

Tanda lain adanya masalah fungsi MAP sensor adalah menyalanya indikator CEL. Hal ini terjadi saat ECU mendeteksi sinyal yang tidak wajar kemudian memberikan peringatan dengan memicu menyalanya indikator CEL (Check Engine Light).

5. Mobil Sulit Distarter

Mesin bisa menjadi sulit menyala atau perlu waktu lama untuk hidup akibat kerusakan pada MAP Sensor. Hal ini terjadi karena ECU tidak mendapatkan informasi tekanan secara akurat. 

Sehingga mesin tidak bisa menentukan rasio yang tepat antara udara dan bahan bakar. Akibatnya, perlu waktu lebih lama untuk menyala saat distarter.

Baca Juga: 6 Penyebab Mobil Bergetar Saat Jalan Pelan & Cara Mengatasi

Tips Perawatan MAP Sensor

fungsi map sensor

Untuk menjaga fungsi MAP sensor selalu optimal, maka Anda perlu memberikan perawatan yang memadai. Berikut beberapa kiat untuk merawat komponen ini:

1. Rutin Mengecek Sensor dan Kabel 

Seiring waktu, MAP sensor dan berbagai kabel yang terhubung ke sensor mengalami penurunan kualitas. 

Penyebabnya sendiri beragam, mulai dari kabel yang longgar, aus, korosi, hingga usang karena usia.

Maka dari itu, pemilik mobil sebaiknya melakukan pengecekan secara rutin untuk memastikan kondisi sensor. 

Pengecekan ini bisa Anda lakukan secara mandiri maupun dengan bantuan mekanik bengkel.

2. Memastikan Kebersihan Filter Udara

Saat filter udara penuh dengan debu dan kotoran, maka bisa menyebabkan masuknya kotoran ke dalam intake manifold. Kondisi ini kemudian akan mempengaruhi MAP sensor.

Apabila sensor tertutup debu dan kotoran, maka pembacaan tekanan menjadi tidak akurat. 

Alhasil, sistem pembakaran tidak bisa bekerja optimal karena salah menghitung rasio udara dan bahan bakar.

Untuk mencegahnya, Anda perlu rutin mengecek dan mengganti filter udara. Dengan memastikan filter udara bersih, maka MAP sensor bisa lebih awet dan mesin dapat menghasilkan performa terbaik.

3. Memeriksa dan Merawat Selang Vakum

Cara kerja MAP sensor mengandalkan selang vakum untuk mengukur tekanan dalam intake manifold. 

Jadi, berbagai masalah pada selang seperti retak, bocor, atau tersumbat, berdampak pada kinerja sensor.

Supaya pembacaan sensor selalu akurat, pastikan untuk melakukan pengecekan selang secara berkala. Perhatikan tanda-tanda masalah seperti sambungan longgar, keausan, atau kebocoran.

4. Menggunakan Bahan Bakar Berkualitas

Bahan bakar berkualitas rendah menghasilkan deposit karbon dan residu yang lama kelamaan menumpuk di bagian dalam mesin. Kondisi ini dapat mempengaruhi akurasi MAP sensor.

Penumpukan residu bisa menyebabkan penurunan sensitivitas MAP sensor, sehingga pembacaan tekanan intake manifold menjadi tidak akurat.

Akibatnya, pembakaran tidak berlangsung dengan sempurna, konsumsi bahan bakar lebih boros, dan keluar asap hitam. 

Supaya tidak mengalami hal tersebut, Anda sebaiknya menggunakan bahan bakar berkualitas. 

Bahan bakar dengan kualitas tinggi membantu menjaga kebersihan sistem pembakaran dan MAP sensor.

5. Membersihkan Sensor Secara Rutin

Karena letak MAP sensor dekat dengan mesin, maka sensor akan terpapar dengan uap, kotoran, dan kelembaban. 

Seiring waktu hal tersebut berisiko menimbulkan kontaminasi atau korosi pada sensor.

Apabila sensor tertutup kotoran, maka sinyal yang dikirimkan ke ECU bisa menjadi tidak akurat dan berdampak negatif bagi performa mobil.

Untuk mencegahnya, Anda bisa membersihkan MAP sensor secara rutin menggunakan alat pembersih khusus untuk sensor.

6. Menggunakan Suku Cadang Original

Seperti halnya komponen lain, MAP sensor bisa mengalami kerusakan dan perlu penggantian. Jika sudah begitu, maka Anda sebaiknya mencari komponen original.

Tujuannya yaitu agar MAP sensor sesuai dengan mesin mobil Anda, sehingga dapat melakukan pengukuran tekanan secara akurat. Penggunaan komponen ori juga memastikan kompatibilitas dan ketahanan.

FAQ

Apakah MAP sensor beda dari MAF sensor?

Ya, beda. MAP sensor mengukur tekanan dalam intake manifold. Sedangkan MAF (Mass Air Flow) sensor bertugas mengukur jumlah udara yang masih ke mesin.

Kapan sebaiknya membersihkan MAP sensor?

MAP sensor sebaiknya dibersihkan setiap 30 – 50 mile . Biasanya proses pembersihan sensor sudah termasuk dalam perawatan rutin kendaraan.

Apa saja faktor penyebab kerusakan MAP sensor?

Fungsi MAP sensor bisa bermasalah atau bahkan rusak akibat berbagai faktor, meliputi debu dan kotoran, kabel longgar, pemasangan yang tidak tepat, terpapar panas dan getaran mesin.

Other Post

Download Now !

aplikasi service mobil

Download Sekarang Reservasi jadi Lebih MUDAH, dan Dapatkan GRATIS Garansi Check Up untuk Kendaraan Kesayangan Anda

Related Post