Proses pembakaran dalam mesin mobil bukan hanya bahan bakar dan percikan api saja, tapi juga udara atau oksigen. Karena itu, fungsi sensor oksigen pada mobil sangat mempengaruhi keberhasilan pembakaran.
Sensor inilah yang akan mengukur kadar oksigen, sehingga ECU (Electronic Control Unit) akan mengatur besar kecilnya campuran bbm maupun udara.
Seperti apa cara kerja, fungsi, hingga perawatan sensor oksigen mobil? Sebagai pemilik kendaraan, Anda wajib mengetahui informasi pentingnya dalam artikel ini.
Mengenal Fungsi Sensor Oksigen pada Mobil
Sensor oksigen adalah salah satu komponen yang ada pada sistem kendaraan termasuk mobil. Letak oksigen sensor pada mobil ini adalah dekat dengan exhaust manifold dan juga mesin.
Disebut juga sebagai O2 sensor, beberapa mobil ada yang memiliki dua sensor dan letaknya ada di sebelum maupun sesudah catalytic converter.
Ada beberapa fungsi dari sensori ini, yaitu:
1. Mengirimkan Informasi ke ECU
Saat mesin mobil bekerja maka akan keluar gas buang dan akan terbaca oleh sensor oksigen pertama. Kadar oksigen akan terukur sebelum gas buang masuk ke dalam catalytic converter.
Ketika gas keluar dari catalytic converter, sensor oksigen kedua akan bekerja untuk membacanya.
Dari sinilah, informasi tersebut akan dikirimkan ke ECU yang akan mengatur seberapa banyak campuran BBM dan udara untuk pembakaran optimal.
2. Membuat Mesin Bekerja Efisien
Kegunaan sensor oksigen mobil juga tidak terlepas dari memberikan bantuan bagi mesin agar bisa bekerja efektif.
Karena sensor inilah yang akan memastikan gas buang mencapai rasio tepat yakni sekitar 14,7:1.
Karena itu, jika sensor oksigen ini bermasalah maka kinerja mesin menjadi tidak sempurna.
Anda mungkin akan mengalami keborosan penggunaan bahan bakar dan mobil terasa kurang nyaman.
Baca Juga: Kenali Fitur Idling Stop System yang Bisa Bikin Hemat BBM!
3. Meminimalisir Polusi dan Emisi
Sensor oksigen bukan sekedar menyampaikan informasi ke ECU tetapi juga mengawasi campuran bahan bakar dan udara. Dengan pengawasan, pemakaian bbm dan gas buang pun dapat diminimalisir.
Inilah yang memungkinkan kuantitas gas berbahaya yang keluar dari pembakaran mesin mobil dapat berkurang.
Polusi serta emisi gas berbahaya pun tidak akan membahayakan lingkungan secara berlebihan.
4. Menyesuaikan Suplai Udara dan BBM
Fungsi yang tidak kalah penting adalah mengatur dan menyesuaikan kadar udara serta bbm sehingga suplainya sesuai rasio. Pengaturan yang baik akan mendukung mesin beroperasi maksimal.
Penggunaan bbm pun menjadi maksimal dan Anda tidak perlu khawatir emisi gas buang berbahaya berlebihan atau boros bbm.
Baca Juga: Remap ECU Mobil: Manfaat, Jenis Stage, dan Tipsnya
Ciri-ciri Sensor Oksigen Mobil Rusak
Setelah mengenali apa fungsi utama sensor oksigen pada mobil, Anda tidak boleh lupa bahwa komponen ini bisa saja rusak.
Ketika sensor mobil mengalami kerusakan, ada beberapa ciri yang bisa Anda perhatikan:
1. Indikator Check Engine di Dashboard Menyala
Apabila sensor oksigen ini tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka indikator check engine yang ada di dashboard akan menyala. Indikator ini bisa berwarna merah atau kuning tergantung jenis mobil.
Indikator yang menyala membuat Anda harus mengeceknya untuk mengetahui apakah fungsinya terganggu. Bisa jadi juga masalah komponen mesin lain yang jadi penyebabnya.
2. Muncul Bau Tidak Sedap dari Knalpot
Ketika fungsi sensor oksigen pada mobil tidak bekerja, maka Anda akan melihat asap muncul dari knalpot. Asap ini bisa berwarna putih atau hitam yang cukup pekat.
Selain asap tebal, Anda juga akan mencium bau yang tidak sedap yang cukup menyengat.
Hal ini terjadi karena pembakaran tidak mendapatkan rasio tepat antara bahan bakar dan udara.
Baca Juga: 7 Penyebab Indikator Aki Menyala dan Cara Mengatasinya
3. Mesin Sering Bergetar
Ciri yang menandakan sudah sangat parah adalah mesin akan terasa bergetar ketika posisi idle. Bahkan, saat Anda berkendara bisa terjadi misfire yang membuat mobil tersendat.
Saat oksigen berlebihan atau tidak ada suplai sama sekali, mesin mobil pun bisa mati.
Penyebab Kerusakan pada Sensor Oksigen Mobil
Jika menemukan ciri-ciri tersebut pada mobil Anda, lantas apa penyebab kerusakannya? Ada beberapa sebab umum yang bisa Anda perhatikan:
1. Sensor Rusak Fisik
Karena lokasinya dekat dengan mesin, sensor oksigen rentan terkena benturan atau panas berlebih.
Akibatnya, sensor akan mengalami kerusakan fisik dan kurang akurat mendeteksi gas buang.
2. Sensor Terkontaminasi Bahan Kimia
Penyebab kerusakan juga bisa terjadi karena Anda menggunakan bbm berkualitas rendah.
Pemakaian bbm yang buruk akan menimbulkan kontaminasi pada sensor oksigen dan merusak sensornya.
3. Tertutup Endapan Karbon
Selama pemakaian, endapan karbon dapat menutup sensor oksigen untuk mendeteksi gas buang yang tidak terbakar.
Endapan inilah yang membuat kemampuan sensor melemah sehingga pembacaannya tidak lagi akurat.
4. Melemahnya Komponen Elektronik
Seiring pemakaian dan usia, sensor oksigen juga bisa mengalami kerusakan pada komponen elektroniknya. Baik itu kabel atau konektor yang mulai longgar bahkan korosi.
Dampak jika Sensor Oksigen Mobil Rusak
Apa yang terjadi jika fungsi sensor oksigen mobil tidak lagi optimal bahkan mati total? Dampak berikut inilah yang akan Anda rasakan:
1. Pengguna BBM Meningkat
Sudah pasti, bbm yang masuk ke ruang bakar akan semakin meningkat. Dari hari ke hari, Anda akan merasakan borosnya penggunaan bbm bahkan untuk jalan ke area terdekat.
2. Mesin Sulit Berakselerasi dan Tidak Stabil
Meskipun Anda sudah menginjak pedal gas, mobil akan terasa loyo tidak bisa berakselerasi. Justru karena inilah pemakaian bbm pun akan semakin meningkat.
3. Komponen Lain Ikut Rusak
Fungsi sensor oksigen pada mobil tidak lagi optimal, tapi jika Anda membiarkannya maka akan merambat ke komponen lain.
Misalnya saja kerusakan pada katalis karena overheat dan membuat injector cepat kotor.
4 Tips Merawat Sensor Oksigen pada Mobil
Supaya sensor oksigen ini terus bekerja maksimal, ada beberapa tips perawatan yang bisa Anda perhatikan:
1. Selalu Pakai BBM Sesuai Standar
Pastikan Anda menggunakan BBM sesuai standar, yaitu saat ini minimal RON 92. Dengan BBM yang bagus, Anda bisa meminimalisir terjadinya endapan karbon.
2. Pastikan untuk Servis Rutin
Jangan lupa untuk melakukan servis rutin mobil Anda, karena mekanik akan mengecek kondisi sensor oksigen ini. Pengecekan berkala membuat Anda mengetahui jika ada masalah lebih dini.
3. Hindari Memanaskan Mobil Berlebihan
Satu tips yang perlu Anda perhatikan adalah tidak memanaskan mobil terlalu lama. Karena berisiko meningkatkan penumpukan karbon dan knalpot mengalami panas lokal yang berlebihan akan merusak sensor.
4. Cek Sistem Knalpot Bekerja Baik
Tidak lupa, Anda harus memastikan pula bahwa sistem knalpot bekerja baik. Tidak ada asap mengepul bahkan berbau saat kendaraan dipanaskan atau berjalan.
Fungsi sensor oksigen pada mobil begitu krusial untuk memastikan rasio pembakaran optimal. Itulah mengapa perawatannya begitu penting.
FAQ
Bisakah mobil berjalan tanpa sensor oksigen?
Ya, masih bisa tapi dengan risiko.
Apa efek jika sensor oksigen mobil tidak dipasang?
Mobil bisa jadi boros bahan bakar dan komponen lain ikut rusak.
Berapa lama usia sensor oksigen mobil?
Bisa lebih dari 10 tahun atau setelah pemakaian kurang lebih 150.000 km.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.