Mesin mobil knocking atau ngelitik menjadi salah satu permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan secepatnya. Karena jika Anda biarkan saja, permasalahan ini bisa merembet ke komponen lainnya.
Sayangnya, selama ini masih cukup banyak pemilik kendaraan yang menyepelekan keluarnya suara dari mesin mobil. Padahal, suara tersebut muncul bukan tanpa alasan.
Ada kaitan yang erat antara suara knocking dengan proses pembakaran yang terjadi di ruang mesin. Lantas, apa sebenarnya hal yang menyebabkan mesin mobil knocking itu? Apa saja cara untuk memperbaiki munculnya suara knocking?
Pengertian Mesin Mobil Knocking
Pada dasarnya, knocking mesin adalah kondisi saat muncul suara ketukan seperti logam yang beradu dari dalam mesin mobil. Suara tersebut akan terdengar ketika mesin menyala, dan akan terus terdengar sampai mesin mati.
Istilah lain yang populer dari kondisi knocking adalah detonation dan mesin mobil ngelitik. Tidak hanya bersuara, biasanya Anda juga bisa merasakan getaran yang bersumber dari dalam mesin mobil.
Penyebab Mesin Mobil Knocking
Suara knocking dari mesin mobil tidak terjadi begitu saja. Karena sebenarnya ada sejumlah hal yang bisa menyebabkan kemunculan suara tersebut, seperti:
1. Adanya Kebocoran pada Inject Manifold
Suara knocking pada mesin mobil bisa jadi merupakan akibat dari kebocoran vacuum yang ada di inject manifold. Ketika vacuum bocor, maka kadar oksigen yang ada di komponen ini menjadi sangat tinggi.
Akibatnya, ketika Anda bawa mobil di kecepatan tinggi dan RPMnya juga tinggi, mobil akan terasa berat. Inilah yang kemudian memicu munculnya suara knocking dari dalam mesin.
2. Busi yang Tidak Cocok
Pemilihan busi untuk mesin mobil memang tidak bisa sembarangan. Sebab, fungsi busi sangatlah krusial, yaitu untuk mengontrol mesin dan memantik bunga api di mesin mobil.
Saat Anda memilih busi yang tidak cocok dengan spesifikasi mesin, maka busi tidak akan bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal. Karena busi tersebut tidak bisa presisi dengan spesifikasi mesin.
Hasilnya, proses pembakaran yang terjadi di internal mesin mobil jadi tidak optimal dan membuat ada banyak endapan karbon. Inilah yang pada akhirnya bisa memunculkan suara knocking dari mesin mobil.
Baca Juga: Jasa Turun Mesin Mobil: Biaya hingga Penggantian Komponennya
3. Menumpuknya Endapan Karbon
Mesin mobil knocking juga bisa terjadi karena endapan karbon yang sudah sangat banyak di mesin mobil.
Pada dasarnya, setiap pembakaran yang terjadi di mesin mobil, akan menghasilkan sisa, yaitu berupa endapan karbon.
Endapan tersebut akan berada di ruang bakar dan perlu untuk Anda bersihkan secara rutin. Karena jika tidak, tumpukan endapan akan mengurangi volume ruang bakar mesin.
Hasilnya, kompresi mesin akan meningkat dan knocking mesin mobil bisa terjadi. Dalam jangka panjang, komponen mesin mobil lainnya pun bisa terkena dampaknya dan membuat performa kendaraan jadi sangat menurun.
4. Pengaturan Karburator yang Tidak Tepat
Karburator harus mendapatkan pengaturan yang tepat sesuai dengan jenis mesin. Fungsinya supaya karburator bisa mengatur suplai udara dan bahan bakar ke mesin dengan tepat dan akurat.
Akan tetapi, bisa jadi pengaturan karburator tersebut tidak sesuai standar sehingga suplai bahan bakar dan udara ke mesin jadi tidak tepat. Akibatnya, proses pembakaran pada ruang mesin jadi berjalan tidak sempurna.
Inilah yang memicu munculnya suara knocking dan membuat mesin mobil bergetar. Performanya pun bisa sangat menurun akibat hal ini.
Baca Juga: Gurah Mesin Mobil vs Turun Mesin: Mana yang Lebih Baik?
5. Menggunakan Jenis Bahan Bakar dengan Kadar Oktan yang Rendah
Mesin knocking mobil pun bisa terjadi akibat oktan rendah di bahan bakar. Perlu Anda ketahui bahwa setiap kendaraan dirancang untuk menggunakan jenis bahan bakar tertentu yang sesuai dengan spesifikasi mesinnya.
Angka oktan sendiri menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan tekanan agar tidak terjadi pembakaran tidak terkendali di dalam ruang bakar.
Anda bisa menemukan informasi tentang bahan bakar yang sesuai di penutup tangki kendaraan.
Di Indonesia, sebagian besar kendaraan direkomendasikan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan minimal 90.
Setiap mesin di mobil biasanya punya rasio kompresi yang tidak sama satu dengan yang lain.
Sebagai contoh, mesin dengan rasio kompresi 10:1 idealnya menggunakan bahan bakar dengan oktan 92.
Penggunaan BBM beroktan lebih rendah pada mesin tersebut dapat menyebabkan suhu dan tekanan di ruang bakar menjadi terlalu tinggi.
Hanya saja, pada faktanya tidak sedikit kendaraan yang memilih BBM beroktan lebih rendah.
Tujuannya tentu saja demi menekan pengeluaran sehari-hari. Di awal mungkin Anda akan merasa lebih hemat dengan memilih BBM yang murah dengan oktan rendah.
Penghematan tersebut memang terasa di awal, tetapi jika penggunaan BBM yang tidak sesuai lama kelamaan bisa memicu knocking. Pada akhirnya, Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk biaya perbaikan.
Mobil berisiko lebih sering masuk bengkel untuk pengecekan dan perbaikan. Risiko lainnya adalah kerusakan komponen mesin yang mengharuskan penggantian suku cadang, tentu dengan biaya yang tidak sedikit.
Oleh karena itu, solusi terbaik adalah menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan sesuai rekomendasi pabrikan sejak awal pemakaian.
6. Filter Udara dan Fuel Pump yang Kotor
Knocking mesin mobil pun bisa muncul jika fuel pump dan filter udara pada mesin mobil kotor.
Saat filter udara kotor, aliran udara bisa menjadi tidak lancar dan berpengaruh besar pada proses pembakaran mesin.
Dampaknya, mobil bisa jadi tidak bertenaga dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya.
Sementara itu, fuel pump yang kotor bisa membuat penyaringan bensin menjadi tidak optimal untuk mesin.
Bensin yang kotor bisa membuat proses pembakaran jadi tidak lancar, sehingga muncul suara knocking dari mesin.
Baca Juga: Biaya Perbaikan Oli Mesin Mobil Rembes, Ini Estimasinya!
Cara Mengatasi Knocking Mesin pada Mobil
Knocking pada mesin mobil harus segera mendapatkan penanganan. Sebab, kondisi ini bisa memicu kerusakan pada komponen lain yang lebih serius dan bisa menghabiskan lebih banyak biaya untuk perbaikan.
Untuk mengatasi knocking, inilah beberapa langkah yang bisa Anda ambil:
- Segera ganti bahan bakar dengan kadar oktan yang tepat sesuai dengan spesifikasi mobil.
- Pengaturan karburator harus tepat sesuai dengan spesifikasi mobil dan rekomendasi pabrikan mobil.
- Membersihkan endapan karbon yang ada di ruang mesin secara teratur supaya tidak mengganggu proses pembakaran mesin.
- Secara berkala, pastikan untuk merawat berbagai komponen mesin.
Atasi Knocking Mesin Mobil di Bengkel dengan HaloBengkel
Mesin mobil knocking memang bukan kondisi yang bisa Anda sepelekan. Sebab, dampaknya bisa begitu serius untuk komponen mobil yang lainnya. Apabila kondisinya sudah serius, membawa mobil ke bengkel adalah opsi terbaik.
Kini Anda bisa melakukan pencarian dan booking bengkel dengan lebih cepat dengan menggunakan platform HaloBengkel.
Bekerja sama dengan banyak bengkel di Indonesia, pilihan service yang tersedia pun juga sangat lengkap.
Permasalahan seperti mesin mobil knocking pun bisa Anda perbaiki dan selesaikan dengan cepat dan berkualitas. Jadi, yuk rasakan sendiri kemudahan perawatan mobil bersama HaloBengkel!
FAQ
1. Bagaimana cara mengurangi knocking pada mesin?
Dengan menggunakan oktan bahan bakar yang tepat, membersihkan endapan karbon, memakai busi yang sesuai, dan lain sebagainya.
2. Ciri ciri mobil pernah turun mesin?
Bunyi mesin yang tidak normal, asap knalpot berlebihan, performa menurun, bahan bakar boros, dan sebagainya.
3. Apakah habis turun mesin bisa kembali normal?
Ya. Bisa kembali normal, tapi perbaikannya harus tepat.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.