Sistem kelistrikan mobil sangat rumit, karena punya banyak sensor yang saling terhubung. Namun, bengkel profesional bisa menemukan titik kerusakan dengan cepat berkat bantuan OBD mobil.
OBD berupa alat yang akan mendiagnosa masalah pada sistem kelistrikan mobil Anda, sehingga mekanik akan tahu akar permasalahan dengan cepat. Alat ini tidak hanya digunakan saat mobil Anda mengalami masalah, tapi juga saat servis rutin.
Seperti apakah bentuk alatnya, jenis, hingga cara menggunakannya akan kami bahas secara lengkap melalui artikel ini. Baca terus sampai akhir agar Anda mendapatkan insight tentang perawatan mobil kesayangan dengan benar.
Apa Itu OBD Mobil
On Board Diagnostics atau OBD mobil adalah sebuah sistem yang bekerja untuk monitoring dan melakukan diagnosis pada Electronic Control Unit (ECU). Seperti yang Anda tahu, ECU adalah sistem komputer yang penting pada mobil.
Jadi, OBD bukan hanya untuk mendiagnosis masalah pada sistem kelistrikan, tapi semua sensor mobil. Baik itu airbag, transmisi, AC, bahkan cruise control jika mobil Anda memilikinya.
OBD sendiri berbentuk sebuah alat scanner yang akan disambungkan pada port OBD yang ada pada mobil.
Lokasi port OBD biasanya ada pada bagian bawah dashboard berbentuk persegi panjang dan memiliki banyak konektor.
OBD scanner akan bekerja dengan membaca sensor pada ECU dan melakukan pemeriksaan secara live.
Kemudian, OBD scanner akan menampilkan data langsung masalah yang terdapat pada mobil secara keseluruhan.
Baca Juga: Foot Step Mobil: Fungsi, Jenis-jenis, dan Masalahnya
Fungsi OBD Scanner Mobil
Dengan meneliti masalah dari ECU, OBD scanner pada mobil menawarkan berbagai fungsi penting yang meringankan beban kerja mekanik, seperti:
1. Mengecek Kondisi Mobil
Ada banyak kondisi mobil yang memerlukan perhatian sebelum terjadi kerusakan atau penurunan kualitas kerja.
Misalnya, tekanan oli, kecepatan roda, bahkan suhu mesin semua pengecekannya bisa melalui OBD scanner.
2. Diagnosis Problem pada Mesin
ECU bekerja bukan hanya sebagai sensor alat elektronik mobil tapi juga mesin. Dengan begitu, OBD mobil juga meliputi mendiagnosis jika terjadi masalah pada mesin mobil, baik itu apakah ada misfire pada silinder hingga sistem emisinya.
3. Mempercepat Waktu Servis
Satu hal yang pasti, dengan OBD scanner waktu servis Anda akan berjalan lebih cepat.
Karena mekanik tidak perlu mengecek satu per satu bagian mobil secara manual yang bisa saja memakan waktu berjam-jam.
4. Mengecek Pemakaian BBM
Mobil Anda tiba-tiba mulai seri boros pemakaian BBM? OBD scanner bisa mendeteksi pemakaiannya secara terperinci.
Caranya adalah dengan melihat parameter Fuel Trim, sehingga mekanik tahu seberapa pemakaian BBM dan apakah normal.
Hasil pengecekannya akan membantu mekanik mengecek bagian mana yang jadi penyebab boros BBM.
Baca Juga: 10 Penyebab Mesin Mobil Bergetar Saat Dipanaskan + Solusinya
5. Mengecek Kinerja RPM Mesin
Bagaimana kinerja mesin akan mempengaruhi kenyamanan Anda bekerja. Apakah Anda bisa berakselerasi dengan normal atau tidak.
OBD mobil scanner dapat membantu untuk memantau RPM mesin dengan menampilkan informasi RPM idle mesin.
Data yang muncul akan membantu mekanik menyesuaikan kembali tingkat RPM.
6. Mengecek Kondisi Sensor MAP
Manifold Absolute Pressure atau MAP yang bekerja mengalirkan udara dalam intake manifold mesin.
Mengeceknya sangat penting agar rasio udara serta bahan bakar yang masuk tepat sehingga mesin bekerja efisien.
Sering kali, MAP menurun kinerjanya sehingga perlu pengecekan sumber masalahnya menggunakan OBD scanner.
Jenis-jenis OBD Scanner Mobil
Sejak 1996, OBD scanner mulai diperkenalkan karena pada saat itu pula teknologi ECU tersedia pada mobil.
OBD scanner pun mengalami perkembangan teknologi dan memiliki beberapa perubahan sehingga melahirkan beberapa jenis berikut:
1. OBD-I
Sesuai namanya, OBD-I adalah scanner mobil yang pertama kali hadir, sehingga cocok untuk mobil-mobil tua.
Sudah cukup jarang digunakan di bengkel, karena keterbatasan fitur dan kemampuan untuk mendiagnosis.
Beberapa OBD-I cukup banyak yang dijual bebas dengan harga murah, sehingga Anda bisa membelinya.
Baca Juga: 8 Penyebab Mobil Brebet dan Tips Mengatasinya
2. OBD-II
Saat ini, OBD-II adalah scanner mobil yang paling sering digunakan dengan berbagai fitur lebih canggih.
Kemampuan diagnosisnya pun termasuk lengkep dan informasi yang muncul lebih akurat dan terperinci.
Beberapa merek tersedia bebas, sehingga Anda pun bisa membelinya untuk pengecekan mandiri di rumah. Informasi yang tertera tidak sulit untuk Anda pahami.
3. OBD Scanner Bluotooth
Belum lama ini, muncul juga jenis OBD scanner bluetooth yang bisa bekerja tanpa harus menyambungkan ke port OBD.
Scanner biasanya tersedia di smartphone sehingga praktis untuk Anda menggunakannya.
Hanya saja, tingkat akurasi OBD check mobil bluetooth tidak seakurat OBD-II karena tidak tersambung langsung.
Cara Menggunakan OBD pada Mobil
Setelah mengenali apa itu OBD pada mobil, Anda mungkin tertarik untuk menggunakannya. Apalagi alatnya bisa Anda beli dengan sangat mudah seperti OBD-II.
Jika ingin menggunakan OBD-II, Anda bisa mengikuti langkah sederhana berikut:
1. Nyalakan Mobil dan Hubungkan OBD Scanner
Pertama, Anda harus menyalakan mobil untuk melakukan pengecekan. Karena saat mobil menyala, sistem ECU akan bekerja sehingga memudahkan OBD scanner untuk bekerja.
Kemudian, siapkan alat OBD yang sudah Anda beli dan hubungkan ke port OBD pada mobil. Cek pada bagian bawah dashboard mobil dan temukan soket konektor yang berbentuk persegi panjang.
Hubungkan OBD mobil dengan soket yang ingin Anda cek terlebih dahulu.
2. Menyalakan OBD untuk Mulai Diagnosis
Selanjutnya, Anda bisa menyalakan OBD scanner dengan menekan tombol warna merah atau tombol OK. Tunggu sampai scanner menyala dan muncul menu-menu untuk pemindaian.
3. Membaca Kode DTC
Apabila mobil Anda mengalami beberapa masalah, maka OBD buat mobil akan menampilkan Diagnostic Trouble Codes (DTC). Kode yang terdiri dari 1 huruf dan 4 angka inilah yang menampilkan spesifikasi kerusakan pada mobil.
Cara membacanya antara lain:
- Huruf Pertama: Menunjukkan lokasi komponen mobil yang rusak.
- 1 Angka Baris Kedua: Menunjukkan kode pabrikan mobil.
- 1 Angka pada Baris Ketiga: Menunjukkan masalah yang terdeteksi.
- 2 Angka pada Baris Terakhir: Menunjukkan masalah lebih spesifik.
4. Melakukan Perbaikan
Dari informasi yang muncul pada layar OBD, Anda bisa segera mengecek sumber masalah dan melakukan perbaikan. Jika angka tidak muncul kembali pada OBD, artinya perbaikan telah berhasil.
Ingin Cek Kondisi Mobil di Bengkel Profesional?
OBD mobil memegang peran krusial dalam perbaikan mobil-mobil modern. Jika Anda merasa kesulitan menggunakannya sendiri serahkan pengecekannya kepada bengkel profesional.
Anda bisa cek di bengkel dengan mencarinya melalui aplikasi HaloBengkel. Dengan satu platform ini, Anda bisa menemukan berbagai bengkel mobil terdekat yang profesional.
Baik itu bengkel servis rutin, detailing, perbaikan ac, atau cek kaki-kaki mobil semua bisa Anda cari melalui HaloBengkel. Dengan rekanan bengkel di seluruh Indonesia, HaloBengkel menjadi solusi praktis saat kendaraan Anda mengalami masalah.
Yuk, cek HaloBengkel sekarang juga dan dapatkan informasi bengkel terbaik
FAQ
Apakah port OBD wajib ada di setiap mobil?
Belum tentu, khususnya mobil yang produksinya sebelum tahun 1996.
Berapa harga alat OBD scanner?
Bervariasi, bisa mulai dari Rp250.000.
Bisakah pencuri mencuri mobil melewati kunci OBD?
Bisa, karena pencuri akan menonaktifkan sistem keamanan lewat port OBD.
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.