9 Penyebab Rem Mobil Keras, Bukan Hanya Kampas Rem Habis

Permasalahan pada rem yang mengkhawatirkan bukan hanya blong, tapi juga saat diinjak terasa keras. Penyebab rem mobil keras sering kali diduga karena kampas rem habis,

Permasalahan pada rem yang mengkhawatirkan bukan hanya blong, tapi juga saat diinjak terasa keras. Penyebab rem mobil keras sering kali diduga karena kampas rem habis, padahal bukan itu saja. 

Banyak hal yang menyebabkan rem mobil terasa keras saat Anda injak, baik itu dari minyak rem sampai tegangan kabelnya. Dengan mengetahui penyebab pasti, Anda bisa segera memperbaiki dan melakukan perawatan secara tepat. 

Kenali apa saja yang menyebabkan rem mobil keras lengkap dengan solusinya dalam artikel ini. 

9 Penyebab Rem Mobil Keras yang Harus Diwaspadai 

Layaknya rem mobil yang blong, ketika menginjak rem terasa keras maka proses penghentian mobil pun terganggu. Mobil akan sulit berhenti dan menimbulkan kecelakaan. 

Penyebab rem mobil keras bisa berasal dari berbagai faktor, seperti: 

1. Kampas Rem Habis 

Sudah jadi rahasia umum, penyebab rem keras pada mobil yang paling sering adalah ketika habisnya kampas rem. 

Biasanya, Anda akan merasakan keras pada pedal rem saat kampas rem pada salah satu ban habis. 

Meskipun Anda memompa pedal beberapa kali, pedal akan tetap terasa keras dan tidak bisa mengendalikan rem dengan nyaman. 

Memaksakan menginjak pedal rem juga hanya akan mengakibatkan muncul bau hangus yang terbakar. 

Kondisi inilah yang akan membuat sistem pengereman justru menurun dan sangat berbahaya. 

Selain itu, juga sangat berbahaya ketika Anda melewati jalanan menurun, karena salah satu sistem pengereman lumpuh. 

Baca Juga: 5 Fungsi Master Rem Mobil yang Penting untuk Keselamatan

2. Kampas Rem Kotor 

Anda jarang servis mobil? Bisa jadi, kampas rem kotor akibat debu atau lumpur yang berkerak. 

Tumpukan kotoran inilah yang meningkatkan gesekan kampas rem, sehingga membuat pedal terasa sangat keras. 

Hal ini lebih sering terjadi ketika Anda selalu melewati area banjir dan tidak segera mencuci mobil. 

Lumpur yang terbawa oleh banjir akan masuk ke sistem pengereman dan menimbulkan kerak tebal. 

Itu sebabnya, dengan rutin servis dan mencuci mobil Anda bisa menjaga agar kerak tidak mengganggu sistem pengereman. Kondisi pengereman pun akan aman dan awet. 

3. Kampas Rem Tertekan

Apa penyebab rem mobil lengket juga bisa berasal dari kampas rem yang tertekan pada bagian cakram atau drum rem. 

Penekanan ini akan membuat gesekan berlebihan sehingga mengakibatkan pedal rem menjadi berat. 

Penekanan kampas rem ini bisa terjadi jika mekanik mengatur jarak antara kampas rem dan cakram yang terlalu tepat. 

Bisa juga karena kampas rem terlalu tipis, sehingga mekanik harus mengaturnya berdekatan. 

Menghindari masalah ini, Anda harus memilih bengkel dengan mekanik profesional agar pemasangan sistem rem tepat. 

Selain itu, ganti kampas rem tepat waktu sehingga sistem keamanan mobil berjalan baik. 

Baca Juga: 6 Cara Cek Kondisi Rem Mobil Tanpa Harus ke Bengkel

4. Volume Minyak Rem Berkurang

Banyak orang mengira, saat volume minyak rem berkurang akan membuat pedal terasa blong. Padahal, bisa saja pedal rem menjadi berat karena permasalahan yang sama. 

Saat minyak rem berkurang dalam tangki reservoir, pedal rem dapat terasa keras saat Anda menginjaknya. Itu karena minyak rem yang bekerja sebagai pelumas tekanan hidrolik kurang jumlahnya. 

Cara mengatasi rem mobil keras karena alasan ini adalah dengan mengganti minyak rem. Pastikan juga tidak ada sumber kebocoran yang membuat volumenya terus berkurang. 

5. Karet Membran Booster yang Rusak 

penyebab rem mobil keras

Selanjutnya, penyebab rem diinjak keras juga bisa berasal dari membran atau karet booster rem yang mulai getas dan rusak. 

Membran yang berada dalam mangkuk booster ini bekerja untuk menciptakan sekat dan vakum konstan dalam sistem rem. 

Layaknya bahan karet, membran booster ini akan rusak seiring pemakaian karena fungsinya menciptakan sistem vakum. Akibatnya, pedal rem akan terasa berat ketika Anda menginjaknya. 

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti membran booster dengan yang baru. 

Baca Juga: Teknik Deselerasi Mobil: Arti, Kenapa Penting, dan Caranya

6. Bocornya Selang Vakum 

Selang vakum sistem pengereman juga bisa mengalami kebocoran karena pemakaian. Kebocoran pun akan membuat sistem pengereman menjadi tidak pakem dan terasa lebih keras. 

Kerusakan ini bisa Anda deteksi dengan munculnya rembesan minyak rem. Rembesan ini akan membuat area sekitar menjadi basah, sehingga Anda bisa mendeteksinya dengan cepat. 

Perbaikan selang vakum dari bocor adalah menggantinya dengan yang baru, sehingga sistem vakum bekerja normal kembali. 

7. Rusaknya Wheel Cylinder 

Pada mobil dengan sistem rem tromol biasanya memiliki wheel cylinder yang terdapat pada ban. Komponen ini bentuknya tabung kecil memanjang yang terhubung dengan kampas rem. 

Fungsinya adalah meneruskan dorongan hidrolik master rem menjadi mekanik sehingga kampas rem bergerak. Jadi, jika komponen ini rusak maka tidak akan ada gerakan mekanik yang tercipta. 

Kerusakan wheel cylinder paling sering terjadi pada bagian karet boots maupun pegasnya, sehingga perlu perbaikan yang teliti. 

Tanyakan kepada mekanik di bengkel apa perbaikan yang tepat untuk masalah ini sesuai kondisi wheel cylinder. 

8. Tersumbatnya Brake Vacuum Hose

Bukan hanya kampas rem saja yang bisa kotor, tapi juga vacuum hose. Penyebab rem kaki mobil keras ini terjadi karena kotoran masuk saat vacuum hose menyalurkan udara ke booster rem agar kaliper tertekan. 

Udara dari intake manifold bisa saja ikut terbawa dan menumpuk, sehingga aliran udara terganggu. Karena tumpukan kotoran inilah pedal rem sulit untuk Anda injak. 

Untuk mengatasinya, Anda perlu membersihkan tumpukan kotoran dan memastikan filter udara bekerja dengan baik. 

9. Pemasangan Kabel Rem yang Terlalu Tegang 

Penyebab rem mobil keras yang selanjutnya adalah pengaturan kabel rem yang tegang. 

Kencangnya kabel rem ini tidak hanya membuat pedal rem keras, tapi juga meningkatkan risiko kabel aus dan putus. 

Kabel rem seharusnya dipasang tidak terlalu tegang atau kendor, sehingga sistem pengereman bisa bekerja dengan normal. 

Anda pun sebaiknya selalu mengecek kondisi kabel rem ini setiap servis agar dapat diatur ulang. 

Jika kabel rem menunjukkan tanda-tanda aus, penggantian dengan yang baru akan membuat sistem pengereman selalu aman. Konsultasikan kepada mekanik untuk mengecek kondisi kabel ini setiap kali servis. 

Cek Fungsi Rem Mobil Anda ke Bengkel Mobil Profesional!

Untuk penyebab rem mobil keras yang pasti, Anda perlu berkunjung ke bengkel profesional terdekat secepat mungkin. Dapatkan informasi bengkelnya melalui platform HaloBengkel

Dengan HaloBengkel, Anda bisa menemukan bengkel servis rutin, ganti oli, perbaikan ac, cek kaki-kaki mobil, hingga detailing. Tidak perlu khawatir lagi jika sedang bepergian ke luar kota dan perlu bengkel perbaikan mobil. 

Gunakan HaloBengkel sekarang juga agar perawatan kendaraan kesayangan tidak ribet lagi!

FAQ

Apakah normal rem mobil baru terasa kencang?

Normal, karena rem baru beradaptasi dan permukaan kampas rem baru dengan cakram rem belum mencapai kesesuaian. 

Berapa lama penyesuaian rem mobil baru? 

Biasanya memerlukan sekitar 160 sampai 480 km hingga normal. 

Berapa bulan sekali sebaiknya mobil ganti kampas rem?

Biasanya memerlukan waktu sekitar pemakaian 60.000 hingga 70.000 km.

Other Post

Download Now !

aplikasi service mobil

Download Sekarang Reservasi jadi Lebih MUDAH, dan Dapatkan GRATIS Garansi Check Up untuk Kendaraan Kesayangan Anda

Related Post