Sistem suspensi berperan krusial bagi kestabilan dan kenyamanan berkendara. Salah satu jenis sistem yang paling umum digunakan oleh kendaraan modern yaitu suspensi MacPherson.
Penggunaan sistem suspensi ini semakin meluas karena sifatnya yang ringan dan ringkas. Perawatan dari suspensi ini juga terkenal lebih hemat biaya.
Diterapkan pada berbagai tipe mobil keluaran terbaru, rupanya suspensi MacPherson sudah ada sejak tahun 1945. Mari kenali lebih dekat tentang sejarah, cara kerja, dan kelebihan dari sistem suspensi ini.
Sejarah Pengembangan Suspensi MacPherson
Sistem suspensi MacPherson mengambil nama dari insinyur yang pertama kali mengembangkan sistem ini, yaitu Earle S MacPherson.
Pengembangan berawal dari proyek mobil inovatif oleh Chevrolet pada tahun 1945. Proyek ini bertujuan untuk membuat mobil yang berukuran lebih kompak untuk kebutuhan kendaraan komersial pasca perang.
Dari proyek tersebut, terlahir Chevrolet Cadet yang hadir dengan sejumlah inovasi, termasuk sistem suspensi independen baru. Sayangnya, proyek tersebut dibatalkan pada tahun 1947 sehingga Cadet tidak pernah menjadi kendaraan komersial.
Insinyur MacPherson kemudian pindah ke perusahaan Ford. Rancangan sistem suspensi terbarunya mulai diterapkan pada kendaraan keluaran Ford.
Salah satu mobil yang pertama kali mengusung suspensi MacPherson adalah Ford Vedette produksi tahun 1949. Namun, penggunaan untuk mobil komersial baru mulai pada tahun 1950, yaitu pada Ford Consul dan Zephyr.
Baca Juga: Mengenal Mobil Coupe, Kendaraan Stylish dengan Dua Pintu
Cara Kerja Suspensi MacPherson
Suspensi MacPherson adalah jenis sistem suspensi independen yang memiliki desain yang sederhana tapi unik.
Pada sistem suspensi lain fungsi kemudi dicapai menggunakan lengan kontrol sebagai titik tumpu. Sedangkan sistem ini secara langsung menggabungkan rakitan shockbreaker sebagai bagian dari sistem kemudi.
Bentuk suspensi meliputi bagian atas dari strut (rakitan shockbreaker) yang terhubung ke rangka body mobil melalui dudukan atas shockbreaker.
Kemudian pada dudukan atas tersebut terdapat komponen karet yang berfungsi menyerap getaran. Selain itu, terdapat komponen bantalan yang memungkinkan untuk berputar bersamaan dengan knuckle kemudi.
Desain tersebut memungkinkan daya getar yang diterima mobil diteruskan ke ban, melalui komponen spring, damping, dan knuckle kemudi.
Pada bagian bawah knuckle kemudi, fungsi kemudi dicapai melalui struktur ball joint pada lengan kontrol. Sementara itu, ujung lain lengan kontrol terhubung ke body mobil melalui bushing karet yang berperan menyerap getaran dan gerakan vertikal.
Baca Juga: Mesin Mobil Knocking: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Komponen Sistem Suspensi MacPherson
Berikut beberapa komponen utama yang menyusun sistem suspensi ini:
1. Knuckel
Knuckle merupakan komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara komponen suspensi. Komponen ini juga berperan sebagai pusat pergerakan roda.
2. Hub
Komponen hub menghubungkan roda mobil dengan knuckle suspensi. Pada mobil yang menggunakan penggerak roda depan, biasanya hub terhubung ke poros axle dari gardan.
3. Tie Rod
Tie rod berfungsi untuk mengatur arah roda ketika pengemudi memutar setir. Komponen ini termasuk elemen penting dari sistem kemudi yang juga berhubungan dengan suspensi.
4. Shock Absorber
Shock absorber (shockbreaker) merupakan komponen yang berfungsi meredam gerakan vertikal saat mobil melaju. Komponen ini berupa tabung yang berisi piston, valve, dan oli.
5. Coil Spring dan Mounting Point
Fungsi dari coil spring adalah sebagai penahan beban mobil. Komponen ini juga berperan mengembalikan posisi suspensi mobil setelah mendapatkan tekanan. Spring terletak pada bagian atas shockbreaker dan terhubung ke mounting point.
6. Ball Joint dan Lower Control Arm
Komponen ini memegang peran penting untuk menjaga roda tetap stail saat mobil melalui permukaan yang tidak rata. Komponen bekerja sebagai lengan ayun yang mengikuti gerak roda secara vertikal.
7. Bushing
Bushing berupa bantalan yang terbuat dari bahan elastis, seperti karet dan sejenisnya. Komponen ini berfungsi untuk meredam getaran yang muncul dari roda sehingga tidak terasa hingga ke bagian kabin.
8. Sway Bar
Sway bar (stabilizer bar) berperan meningkatkan stabilitas mobil saat melaju di tikungan. Hal ini karena sway bar mampu meminimalisir efek body roll yang kerap muncul saat mobil berbelok tajam.
9. Strut Bar
Strut bar bukan termasuk komponen wajib dalam sistem suspensi, tapi biasa ditambahkan untuk kebutuhan modifikasi atau kompetisi. Komponen ini berfungsi untuk meningkatkan kekakuan sasis sehingga lebih stabil saat melaju di kecepatan tinggi.
10. Radius Rod
Fungsi dari radius rod adalah sebagai stabilizer tambahan. Komponen ini membantu menjaga roda agar selalu lurus, terutama saat mobil mulai bergerak atau mengerem.
Baca Juga: Spooring Mobil: Manfaat, Biaya, dan Kapan Diperlukan
Kelebihan Suspensi MacPherson
Suspensi ini menjadi begitu populer karena menawarkan banyak kelebihan, sebagai berikut:
- Sistem suspensi MacPherson terkenal akan bobot keseluruhan yang lebih ringan, sehingga mendukung efisiensi bahan bakar yang lebih baik
- Sistem suspensi ini menggunakan desain yang lebih sederhana dan tidak melibatkan banyak komponen.
- Biaya produksi suspensi ini juga lebih terjangkau karena tidak perlu banyak komponen sehingga cocok untuk mobil komersial
- Penggunaan sistem ini memungkinkan ruang kabin lebih luas karena suspensi tidak memakan terlalu banyak ruang.
Sekian pengenalan mengenai suspensi MacPherson. Seperti halnya sistem lain, supaya bisa berfungsi secara optimal, suspensi memerlukan perawatan rutin dari bengkel dengan teknisi berpengalaman.
Temukan bengkel berkualitas dengan lebih praktis melalui HaloBengkel. Kami telah bermitra dengan bengkel bereputasi di berbagai wilayah Indonesia. Yuk, langsung ke HaloBengkel sekarang!
Erwin Juntoro, seorang car enthusiast dengan pengalaman lebih dari 5 tahun di dunia otomotif. Lulusan SMK Otomotif, Erwin punya minat yang tinggi dalam bidang kelistrikan, mesin, transmisi, tune-up dan modifikasi kendaraan. Driven by Passion, Fueled by Innovation.